MBG Disorot Positif di Jepang, Pemakaian Bahan Lokal dan UMKM Dibahas

Septiani Teberlina
Oleh Septiani Teberlina - Tim Publikasi Katadata
19 November 2025, 18:27
Tangkapan layar pemberitaan Jepang yang menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia.
Yomiuri Shimbun (diolah Katadata)
Tangkapan layar pemberitaan Jepang yang menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi sorotan dunia. Setelah mendapat apresiasi saat dipresentasikan dalam Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB pada Oktober lalu, program ini kembali menarik perhatian setelah baru-baru ini diulas oleh surat kabar harian Jepang, Yomiuri Shimbun.

Pada edisi Senin (17/11), salah satu rubrik dalam koran tersebut memuat artikel tentang program MBG yang diluncurkan oleh Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam artikel bertajuk “Makan Siang Sekolah – Tantangan Indonesia”, koran itu mengulas tujuan utama program MBG, yaitu meningkatkan status gizi anak-anak, ibu hamil, dan balita di Indonesia, serta mengatasi masalah stunting atau kekurangan gizi kronis.

Halaman koran Yomiuri Shimbun yang menampilkan liputan tentang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia.
Halaman koran Yomiuri Shimbun yang menampilkan liputan tentang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia. (Yomiuri Shimbun (diolah Katadata))

“Di Indonesia, program makan siang sekolah (school lunch) mulai mendapatkan perhatian sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan anak serta mendukung proses belajar mereka. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi,” demikian tulisan koran berbahasa Jepang tersebut seperti dilansir Badan Komunikasi Pemerintah (19/11).

Menurut artikel itu, tantangan utama program ini adalah memastikan distribusi makanan bergizi dan tepat sasaran di seluruh wilayah, terutama di daerah pedesaan, serta menjaga keberlanjutan pendanaan.

“Di beberapa daerah, banyak sekolah dasar yang belum memiliki dapur khusus untuk menyediakan makanan bergizi. Oleh karena itu, makanan sering kali dibawa dari luar sekolah atau disiapkan di fasilitas sederhana,” tulis

Artikel tersebut juga menyoroti peran pangan lokal dalam pelaksanaan MBG. Program ini disebut mendorong penggunaan bahan makanan yang bersumber dari petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil lokal untuk mendukung perekonomian daerah.

Tulisan itu turut membandingkan MBG dengan program serupa di Jepang. Artikel tersebut menyoroti sistem makan siang sekolah di Jepang (kyushoku) sebagai model yang terbukti berhasil dalam menjaga kesehatan, menanamkan kebiasaan makan yang baik, dan mempromosikan pendidikan gizi.

“Banyak pihak berharap program ini dapat berkembang seperti di Jepang, negara yang sudah lama dikenal memiliki sistem makan siang sekolah yang sangat baik,” tulisnya lagi.

Artikel itu juga dilengkapi sejumlah foto dengan caption: Para murid sekolah dasar di Indonesia sedang menikmati makan siang bersama di kelas. Beberapa dari mereka memperlihatkan ekspresi senang terhadap makanan yang disajikan.

Ada juga foto lain dengan caption: “Di Indonesia, konsumsi sayur sangat penting untuk kesehatan anak. Upaya peningkatan gizi melalui makan siang sekolah terus dilakukan.” Dan foto lain dengan keterangan: Dapur tempat makan siang sekolah disiapkan. Para petugas bekerja untuk memasak makanan dalam jumlah besar setiap hari.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...