Zulhas Pastikan Stok Pangan Aman Meski Ada Perang: Tak Perlu Panik
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan, stok pangan di dalam negeri aman meski ada perang di Timur Tengah. Ia menyebut stok beras, jagung, ayam, telur, dan sayur-sayuran saat ini surplus dan masyarakat tak perlu panik hingga melakukan aksi borong (panic buying).
“Tidak ada (pasokan) yang bergantung ke Timur Tengah, berarti pangan aman tidak ada masalah apapun. Oleh karena itu tidak usah khawatir tentang stok dan pengadaannya,” kata Zulhas dalam acara Pantauan Harga Barang Kebutuhan Pokok di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (28/3).
Dia meminta bijak dalam membeli barang sesuai kebutuhan. Zulhas menyebut hingga saat ini tidak ada langkah antisipasi khusus untuk menghadapi potensi gangguan pangan akibat perang yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS), Iran, dan Israel.
Selain faktor tidak adanya impor dari Timur Tengah, Zulhas mengatakan kondisi aman ini juga didukung oleh kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan swasembada pangan.
“Jadi sudah mulai antisipasi (dengan swasembada) meskipun belum ada perang waktu itu. Kita beruntung,” ujarnya.
Meski tak bergantung pada impor Timur Tengah, Indonesia saat ini masih bergantung pada pasokan kedelai dan gandum yang berasal dari Benua Eropa dan Amerika.
Stok Beras Aman
Selain kondisi perang Timur Tengah, Indonesia juga dihadapkan dengan ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino yang diprediksi terjadi tahun ini. Meski begitu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman juga telah menjamin stok pangan aman.
Stok beras nasional saat ini bahkan berada dalam kondisi paling aman sepanjang sejarah Republik Indonesia. “Stok kita, cadangan di gudang Bulog, di lapangan, itu cukup untuk 10 bulan ke depan. Jika dari Maret ini, maka hingga Desember cukup. Saya ulangi, stok kita hari ini cukup untuk 10 bulan ke depan,” ujarnya usai membuka Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI Tahun 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.
Ia menjelaskan stok yang tersedia saat ini, tidak termasuk yang baru akan dipanen beberapa bulan ke depan. Aman memproyeksikan minimal terdapat produksi dua juta ton per bulan selama tujuh bulan ke depan.
Dengan demikian, menurut dia, total cadangan hingga 14 juta ton yang diprediksi mampu menutupi kebutuhan hingga Mei 2027. Ia menjelaskan, ancaman El Nino biasanya hanya berlangsung selama enam bulan sehingga tidak akan berpengaruh besar terhadap stok pangan.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI ini mengungkapkan keyakinannya bahwa ketahanan pangan nasional tidak akan terganggu oleh musim kemarau panjang yang dipicu El Nino.
“Stok kita tertinggi hari ini, itu 4,2 juta ton. Bulan depan itu akan menjadi 5 juta ton. Tidak pernah terjadi stok seperti itu selama Republik Merdeka,” ujar dia.
