Menhan Sjafrie Temui Menhan AS di Pentagon, Teken Kerja sama Militer

Muhamad Fajar Riyandanu
14 April 2026, 11:04
as, sjafrie sjamsoeddin, pertahanan
Instagram/secwar
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat bertemu Menhan Amerika Serikat Pete Hegseth di Pentagon, Senin (13/4). Foto: Instagram/secwar
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyepakati kerja sama pertahanan dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth di Markas Besar Kementerian Pertahanan AS, Pentagon, pada Senin (13/4), waktu setempat.

Kesepakatan teranyar ini berisi tiga poin utama, yakni modernisasi militer dan pengembangan kapasitas; pelatihan dan pendidikan militer profesional; serta latihan dan kerja sama operasional.

Dalam lembaran pernyataan bersama atau joint statement yang dirilis oleh U.S Departemen of War, Sjafrie Sjamsoeddin dan Pete Hegseth mengumumkan pembentukan Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama atau Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) antara AS dan Indonesia.

Kerja sama ini disebut mencerminkan peran Indonesia dalam mendorong stabilitas kawasan serta menegaskan kekuatan dan potensi hubungan pertahanan bilateral. MDCP menjadi kerangka panduan kerja sama pertahanan bilateral antara AS dan Indonesia.

Pete Hegseth menyebut MDCP merupakan sikap kedua negara untuk menegaskan kembali komitmen bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.

"Ini menandakan kekuatan dan potensi hubungan keamanan kita, serta memperkuat daya tangkal kawasan dan memajukan komitmen bersama kita pada perdamaian melalui kekuatan," kata Hegseth dari laman Kemhan AS, Selasa (14/4).

AS dan Indonesia akan menjajaki berbagai inisiatif mutakhir yang telah disepakati bersama. Upaya tersebut mencakup pengembangan kapabilitas asimetris yang lebih canggih, perintisan teknologi pertahanan generasi terbaru, serta kerja sama dalam pemeliharaan untuk meningkatkan kesiapan operasional.

Kedua negara juga berkomitmen meningkatkan pelatihan gabungan pasukan khusus. Sjafrie dan Hegseth berharap kerja sama ini mempererat hubungan serta memperluas kesempatan pendidikan militer profesional tingkat tinggi dan membentuk jejaring alumni pertahanan yang lebih solid.

Pete Hegseth mengatakan bahwa AS dan Indonesia sejauh ini telah secara rutin melaksanakan lebih dari 170 latihan militer setiap tahun. Ia menyinggung kegiatan latihan Super Garuda Shield kini telah berkembang menjadi salah satu latihan multinasional lintas negara yang paling penting di kawasan Indo-Pasifik.

"Latihan dan operasi bersama menunjukkan tekad dan kekuatan bersama kita. Angkatan bersenjata kita terus berlatih dengan cara-cara baru yang semakin canggih," ujar Hegseth.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa Indonesia dan AS akan menjalankan kerja sama pertahanan berdasarkan prinsip saling menghormati dan saling menguntungkan.

Ia menilai pendekatan tersebut ditujukan untuk memperkuat nilai kepentingan nasional masing-masing negara. Sjafrie juga menyebut pertemuan kali ini menjadi titik awal kerja sama pertahanan yang lebih lanjut antara kedua negara.

"Kami berharap hubungan kita dapat semakin ditingkatkan dan dikembangkan di masa depan," kata Sjafrie.

Pada forum tersebut, para perwakilan dua negara juga menandatangani nota kesepahaman yang akan memperkuat kerja sama dengan Defense POW/MIA Accounting Agency. Kesepakatan ini membuka ruang bagi peningkatan kolaborasi dalam upaya pencarian, pengumpulan informasi, serta identifikasi prajurit yang hilang dalam operasi militer.

Kerja sama ini dilakukan di tengah-tengah kabar AS menyampaikan proposal kepada Indonesia agar menyetujui izin terbang menyeluruh bagi pesawat AS di wilayah udara RI.

Namun, Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengatakan bahwa dokumen yang beredar saat ini merupakan rancangan awal yang masih dalam tahap pembahasan internal. Kemhan menyatakan dokumen tersebut bukan perjanjian final, belum memiliki kekuatan hukum mengikat.

“Setiap kemungkinan pengaturan tetap menjamin kewenangan penuh Indonesia untuk menyetujui atau menolak setiap aktivitas di ruang udara nasional,” kata Kemhan dalam rilis pers pada Senin (13/4).



add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...