Pernah Jadi Komisaris GoTo, Eks Bos Google Bantah Terima Imbalan Chromebook

Andi M. Arief
20 April 2026, 18:38
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dalam program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek Nadiem Makarim bersiap mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (14/4/2026).
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/kye
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dalam program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek Nadiem Makarim bersiap mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Eks Wakil Presiden Google Asia Pasifik Caesar Sengupta membantah korelasi antara pengadaan laptop Chromebook dan alasan dirinya bergabung dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk pada 2021.

Caesar menjelaskan alasan utamanya bergabung sebagai komisaris GoTo adalah membantu persiapan penawaran publik perdana atau IPO pada 2022. Selain itu, Caesar menilai GoTo merupakan perusahaan teknologi paling inovatif dan berkembang di Asia Tenggara saat itu.

"Direksi mengatakan kepada saya bahwa kredibilitas saya sebagai ahli teknologi dibutuhkan dalam proses IPO GoTo saat itu. Itu sebabnya saya diajak bergabung pada 2021," kata Caesar melalui sambungan telekonferensi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (20/4).

Caesar mengatakan dirinya melakukan pertemuan dengan Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi sebanyak dua kali pada 2020. Adapun Caesar mengundurkan diri dari Google Asia Pasifik pada 2021.

Secara rinci, Caesar berhenti menjabat sebagai komisaris GoTo pada Juni 2022. Dengan kata lain, Caesar mengundurkan diri sekitar dua bulan setelah GoTo melantai di bursa.

Caesar menjelaskan alasan utama pengunduran dirinya dari Google adalah untuk mendirikan perusahaan kapital ventura rintisan bernama Arta Finance. Dia mengatakan perusahaan tersebut beroperasi di Singapura dan Amerika Serikat.

Caesar menyampaikan ajakan menjadi komisaris di GoTo oleh CEO GoTo Andre Soelistyo didapatkan setelah dirinya mendirikan Arta Finance. Namun Caesar menekankan dirinya juga menjadi komisaris di tiga perusahaan yang berbeda dan anggota komisi pemerintah Singapura pada tahun yang sama.

Caesar menekankan tujuannya keluar dari Google untuk mengabdi kepada masyarakat. Karena itu, Caesar mengklaim seluruh gajinya sebagai Komisaris GoTo diserahkan kepada seluruh mitra pengemudi.

"Jadi, saya bekerja sebagai Komisaris GoTo adalah kontribusi sukarela kepada suatu perusahaan yang luar biasa di Indonesia," katanya.

Caesar mengaku menemani Eks Presiden Google Asia-Pasifik Scott Beaumont dalam pertemuan antara Google dan Kemendikbud Ristek pada Februari 2020. Caesar hadir dalam pertemuan tersebut karena sempat memimpin Tim Chromebook di California, Amerika Serikat pada 2011-2014.

Caesar mengatakan dirinya kembali menghadiri pertemuan dengan Kemendikbud Ristek pada April 2020. Dirinya menghadiri pertemuan secara virtual dengan Kemendikbud Ristek setelah mendapatkan undangan dari seorang pegawai di kantornya.

Menurutnya, pertemuan Google dan Kemendikbud Ristek pada April 2020 juga tidak membahas kesepakatan terkait penggunaan Chromebook di dalam negeri. Secara umum, inti pertemuan tersebut adalah bagaimana negara-negara di dunia tetap melakukan program pendidikan saat pembatasan pergerakan selama pandemi Covid-19.

"Tidak ada perjanjian terkait penggunaan Chromebook dalam program Kemendikbud Ristek dan saya sama sekali tidak setuju dengan dakwaan tersebut," katanya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...