Setelah Jalani Sidang Tuntutan, Nadiem Akan Jalani Operasi
Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim berencana langsung melakukan operasi setelah mendengar sidang tuntutan hari ini. Operasi kelima terhadap penyakit internal yang sama dilakukan setelah status tahanan Nadiem diubah majelis hakim menjadi tahanan rumah.
Nadiem tiba di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta sekitar pukul 09.00 WIB dari kediamannya. Nadiem mengatakan, dirinya tidak akan kembali ke rumah setelah sidang dan langsung ke Rumah Sakit Abdi Waluyo untuk menjalani prosedur medis.
"Kalau tidak langsung operasi, dampak kesehatan ke saya bisa ke mana-mana," kata Nadiem, Rabu (13/5).
Nadiem menjelaskan status tahanan rumah penting agar tidak harus mendapatkan operasi medis yang sama. Sebab, penahanan di kediamannya membuat dirinya bisa mendapatkan perawatan pasca operasi di lingkungan yang steril.
Nadiem setidaknya telah mendapatkan tiga operasi medis terhadap penyakit yang sama selama ditahan di rumah tahanan Salemba. Menurutnya, hal tersebut disebabkan oleh minimnya kondisi kebersihan di rumah tahanan yang akhirnya menyebabkan reinfeksi.
Nadiem mengatakan, status tahanan rumah yang dimilikinya membuat dirinya hanya boleh mengunjungi tiga tempat, yakni Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, RS Abdi Waluyo, dan rumahnya.
Nadiem mendapatkan perawatan medis terakhir kalinya pada sidang Senin (4/5). Ia menghadiri persidangan dengan jarum infus yang masih tertancap di tangan kirinya. Sebagian lengan bagian bawah dan seluruh tangan Nadiem terbalut perban putih.
"Dengan melihat kondisi terdakwa, kalau kondisinya sakit, kami akan berikan kesempatan dua sidang dan menunda sidang besok tanggal 5 Mei 2026," kata Hakim Ketua Purwanto S Abdullah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (4/5).
Nadiem telah melalui operasi yang membuat dirinya harus membantarkan tahanannya selama 10 hari sejak 24 April 2026.
