BGN Sebut Jumlah Penerima MBG Berkurang 6 Juta Jiwa pada 2027

Mela Syaharani
7 Agustus 2026, 05:30
MBG, BGN, penerima manfaat
ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/kye
Guru membagikan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa di SDN Pejaten Barat 01, Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Gizi Nasional (BGN) mengatakan jumlah penerima program makan bergizi gratis (MBG) akan berkurang sekitar 6 juta pada tahun depan.  Kepala BGN Sudaryono mengatakan hal ini disebabkan karena terjadinya data ganda penerima.

“Kurang lebih (pengurangannya) sekitar 6 juta orang,” kata Sudaryono saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kamis (6/8).

Menurutnya double data terjadi ketika satu penerima MBG tercatat dua kali. Contohnya, seorang anak yang sudah terdaftar sebagai penerima di MTs sesuai data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, tetapi juga kembali tercatat karena merupakan santri pondok pesantren.

“(Double data) ini bisa dipotong dan dirapikan. Maka hari ini kami rapat untuk memastikan semua sistem dari seluruh Kementerian agar tidak ada yang terdata dua kali,” ujarnya.

Pemerintah telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 101,1 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk Program MBG hingga akhir semester I 2026. Anggaran MBG tersebut menjangkau 63,13 juta penerima manfaat.  

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, realisasi anggaran MBG menjadi bagian dari fungsi APBN sebagai agent of development atau pendorong pembangunan melalui percepatan pelaksanaan program-program prioritas pemerintah.

“Sebagai agent of development, APBN diarahkan untuk mengakselerasi pelaksanaan program prioritas, termasuk Program Makan Bergizi Gratis yang telah merealisasikan anggaran sebesar Rp 101,1 triliun untuk 63,13 juta penerima manfaat,” kata Purbaya dalam konferensi pers hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) III 2026, di Jakarta, Senin (3/8).

Hapus Target Penerima MBG Tahun Ini

Presiden Prabowo Subianto meniadakan target penerima manfaat Program MBG tahun ini. Sebelumnya, kepala negara sempat menetapkan sasaran penerima MBG mencapai 82,9 juta jiwa pada akhir 2026. 

Secara umum, penerima MBG yang dimaksud adalah pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. "Presiden sudah memberikan arahan untuk memperbaiki tata kelola MBG dulu dan mengedepankan kualitas. Jadi, kami sudah tidak memiliki target penerima manfaat," kata Pelaksana harian (Plh) Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (21/7).

Menurut dia, Prabowo telah memahami bahwa pembenahan Program MBG saat ini tidak mudah. Arumsari menilai tata kelola program saat ini tidak baik pasca terbongkarnya kasus dugaan korupsi pengelolaan MBG oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), bulan lalu.

Dia menyampaikan tugas utama BGN saat ini adalah meningkatkan kualitas penyaluran MBG kepada para penerima manfaat eksisting. Secara khusus, Prabowo menginstruksikan untuk mengutamakan kualitas penyaluran MBG di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...