Skema Perlinsos Digital Sasar 50 Juta Masyarakat Desil 1-5, Data Dibenahi
Dewan Ekonomi Nasional atau DEN menyatakan sedang memperbaiki akurasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Sebab, statistik tersebut akan menjadi acuan dalam penyaluran perlindungan sosial (perlinsos) via sistem digital tahun depan.
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan perbaikan tersebut dilakukan oleh Anggota DEN Arief Anshory Yusuf dan Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Addininggar Widyasanti. Adapun perbaikan DTSEN akan dibantu oleh akal imitasi atau AI buatan dalam negeri.
"Sekarang AI telah masuk dalam perbaikan data. Sistem digital ini dibangun oleh putra-putri Indonesia," kata Luhut di kantornya, Kamis (10/9).
Luhut mengatakan perbaikan data penting lantaran jumlah penerima bantuan melalui sistem digital tersebut diperkirakan mencapai 50 juta orang. Seluruh sasaran perlinsos berasal dari desil 1-5 menurut DTSEN.
Dengan kata lain, penerima bantuan ini akan ditujukan bagi kelompok rumah tangga sangat miskin hingga menengah bawah atau pas-pasan. Adapun Luhut memperkirakan jumlah penerima bansos pada tahun depan dapat lebih dari 50 juta pasca perbaikan data.
Luhut mengatakan, sistem digital penyaluran bansos sedang melalui tahap uji coba di 215 kabupaten/kota. Menurutnya, para penerima manfaat harus mendaftarkan diri dengan merekam wajahnya ke dalam sistem digital.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan sistem tersebut dirancang untuk melayani 50 juta pengguna. Karena itu, salah satu perhatian dalam penggunaan sistem tersebut adalah kemandirian pengelolaan data pribadi.
Selain itu, Meutya memproyeksi sistem tersebut dapat diakses oleh seluruh pengguna dalam waktu yang sama. Maka dari itu, pihaknya sedang bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara dalam melakukan uji ketahanan, uji beban, dan data waktu penggunaan oleh penerima manfaat bansos terhadap sistem tersebut.
Seluruh uji coba tersebut akan dilakukan selama periode uji coba yang dilakukan di 215 kabupaten/kota saat ini. Terkait kesalahan data, Meutya mengatakan sistem tersebut telah dilengkapi mekanisme sanggah jika ada penerima manfaat yang masih belum menerima bansos karena data DTSEN.
"Mudah-mudahan data yang digunakan oleh sistem ini sudah jauh lebih siap pada Oktober 2026," kata Meutya.
