BGN Berpotensi Tutup Sementara 12.500 SPPG, Jumlah Penerima MBG Bisa Anjlok

Andi M. Arief
17 September 2026, 21:17
mbg, sppg, bgn
ANTARA FOTO/Muhamamd Rifki Hasan/bar/wsj.
Relawan menyiapkan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Sulteng, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (14/8/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono berencana menutup sementara hampir separuh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi secara sementara pada pekan depan. Karena itu, jumlah penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini anjlok hampir 40% dari 51,85 juta pada bulan lalu menjadi 31,52 juta orang.

Sudaryono mencatat saat ini SPPG yang aktif beroperasi hanya 14.510 unit. Sebab, 12.512 SPPG dinilai memiliki beberapa persoalan secara administratif hingga ke kualitas akhir MBG.

Sudaryono mengatakan salah satu alasan penghentian sementara tersebut adalah absennya Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi atau SLHS. Karena itu, SPPG yang akan diberhentikan sementara memiliki status sedang mendaftarkan SLHS, belum mendaftarkan SLHS, atau gagal mendaftarkan SLHS.

"Kalau semua persyaratan tidak bisa dipenuhi, mau tidak mau Senin pekan depan (21/9) kami berhentikan sementara," kata Sudaryono dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR, Kamis (17/9).

Selain SLHS, Sudaryono mengatakan penghentian sementara dilakukan pada SPPG yang memiliki lebih dari satu akun virtual untuk mengakses anggaran MBG. Akun virtual tersebut merupakan rekening sementara yang digunakan SPPG untuk membeli bahan baku keperluan MBG.

Penyelewengan lainnya adalah memiliki penerima manfaat di bawah 1.000 orang dan memiliki sengketa antara yayasan pemilik SPPG dan pengelola SPPG.

"Kami banyak mengeluarkan perbaikan termasuk menutup dapur secara permanen, secara sementara, dan pemberian sanksi. Fokus kami sekarang dalam program MBG adalah kualitas dibandingkan kuantitas," katanya.

Sudaryono menemukan sebagian SPPG memiliki hingga tiga akun virtual. Alhasil, sebagian dapur memiliki akun virtual yang tidak aktif. Menurutnya, kondisi tersebut juga terjadi pada SPPG yang baru selesai dan masih menunggu proses aktivasi dari BGN.

Menurutnya, penghapusan akun virtual milik SPPG yang selesai konstruksi tapi belum beroperasi bukan kemunduran proses. Menurutnya, setiap SPPG yang akan beroperasi akan memiliki akun virtual aktif untuk mendukung kebutuhan operasional.

Sebelumnya, Sudaryono mengatakan telah menutup sementara 1.999 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang menyediakan program MBG pada Senin (7/9). Seluruh dapur tersebut tidak memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi atau SLHS.

Sebanyak 1.417 dapur atau 70% dari SPPG yang ditutup berada di Pulau Jawa dan Madura. Sementara itu, 351 SPPG berada di Pulau Sumatra dan 231 SPPG ada di Pulau Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Papua dan wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan.

Sudaryono menjelaskan, operasi 1.999 SPPG dihentikan sementara lantaran sama sekali tidak mendaftarkan pemilikan SLHS sama sekali. Sudaryono menekankan bahwa SPPG tersebut tidak pernah melakukan pendaftaran SLHS di dinas kesehatan masing-masing pemerintah daerah.


add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...