Bantuan Listrik Gratis di Jabar Sasar 25 Ribu Rumah Tangga, 12.327 Sudah Menyala

Tim Publikasi Katadata
16 Oktober 2026, 13:43
Kementerian ESDM menargetkan 25.000 rumah tangga di Jawa Barat menerima bantuan listrik 2026
Ist
Kementerian ESDM menargetkan 25.000 rumah tangga di Jawa Barat menerima bantuan listrik 2026
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan 25.000 rumah tangga di Jawa Barat menerima Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) pada 2026. Hingga pertengahan Oktober, sebanyak 12.327 rumah tangga telah menikmati aliran listrik melalui program tersebut.

BPBL menyasar keluarga kurang mampu yang belum memiliki sambungan listrik mandiri. Pemerintah juga memperkuat jaringan kelistrikan melalui program Listrik Desa (Lisdes) untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas pasokan listrik bagi masyarakat.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meninjau pelaksanaan kedua program tersebut di Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Kamis (15/10/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan bantuan menjangkau masyarakat yang membutuhkan serta memeriksa perbaikan infrastruktur kelistrikan di wilayah tersebut.

Alokasi BPBL Jawa Barat pada 2026 meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 15.831 rumah tangga. Pemerintah juga memproyeksikan sasaran penerima bantuan kembali bertambah menjadi 30.000 rumah tangga pada 2027.

Perluasan akses listrik ini didukung oleh sistem kelistrikan Jawa Barat yang memiliki cadangan daya mencapai 5.184 megawatt. Ketersediaan pasokan tersebut menjadi salah satu penopang upaya pemerintah menghadirkan sambungan listrik mandiri bagi masyarakat yang belum terlayani.

Di Kabupaten Karawang, pemerintah menetapkan target BPBL sebanyak 683 rumah tangga pada tahun anggaran 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 299 rumah telah menyala, sedangkan 360 rumah telah selesai dipasangi instalasi dan menunggu proses penyalaan.

Sementara itu, sebanyak 24 rumah tangga lainnya masih menjalani pemasangan instalasi listrik. Program tahun ini melanjutkan penyaluran bantuan pada tahun sebelumnya yang menjangkau 915 rumah tangga di Kabupaten Karawang.

Khusus di Kecamatan Cilamaya Wetan, BPBL dialokasikan untuk 52 rumah tangga. Sebanyak tujuh rumah telah menikmati aliran listrik, 41 rumah menunggu penyalaan, dan empat rumah lainnya masih dalam proses pemasangan instalasi.

BPBL Bantu Warga Miliki Sambungan Listrik Mandiri

Program BPBL membantu mengatasi kendala biaya penyambungan listrik awal yang mencapai sekitar Rp2 juta. Biaya tersebut menjadi salah satu hambatan bagi keluarga berpenghasilan rendah untuk memiliki sambungan listrik sendiri. Akibatnya, sebagian warga masih bergantung pada sambungan listrik dari rumah tetangga.

Melalui program ini, penerima memperoleh bantuan instalasi listrik rumah secara gratis. Fasilitas yang diberikan meliputi tiga titik lampu, satu sakelar ganda, satu sakelar tunggal, satu kotak kontak, serta sistem pembumian.

Bantuan tersebut juga mencakup pengujian dan penerbitan Sertifikat Laik Operasi (SLO), sambungan baru PLN dengan daya 900 VA, serta token listrik perdana senilai Rp100.000. Dengan fasilitas tersebut, masyarakat penerima bantuan dapat memiliki sambungan listrik mandiri.

Selain memperluas kepemilikan sambungan listrik, pemerintah memperhatikan kualitas pasokan di wilayah yang sudah teraliri listrik. Salah satunya di Desa Muara Baru, yang sebelumnya mengalami masalah tegangan rendah sehingga aliran listrik belum optimal.

“Dulu wilayah Desa Muara Baru ini sudah ada listrik, tetapi tegangannya rendah sehingga arus yang masuk tidak maksimal. Melalui program Listrik Desa, kita lakukan penguatan infrastruktur kelistrikan agar pasokan daya menjadi lebih kuat dan optimal. Pemerintah memasang gardu trafo berkapasitas 50 kVA serta menambah tiang-tiang listrik baru,” ujar Bahlil.

Penguatan jaringan melalui program Lisdes di Desa Muara Baru melanjutkan dukungan pada tahun anggaran 2025. Program tersebut telah memberikan akses kelistrikan langsung kepada 93 rumah tangga di desa itu.

Pemerintah Perluas Akses Listrik hingga Wilayah 3T

Bahlil menegaskan, persoalan keterbatasan akses listrik masih ditemukan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Pulau Jawa. Kondisi serupa juga menjadi perhatian pemerintah di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Secara nasional, menurut Bahlil, sekitar 11.000 desa serta jutaan rumah tangga masih membutuhkan intervensi program kelistrikan. Karena itu, pemerintah berupaya memperluas jangkauan bantuan melalui BPBL dan Lisdes sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

Kedua program tersebut memiliki sasaran berbeda. BPBL ditujukan untuk membantu rumah tangga memperoleh sambungan listrik mandiri, sedangkan Lisdes diarahkan ke desa yang belum memiliki jaringan listrik.

“Program BPBL difokuskan untuk bantuan sambungan rumah tangga, sedangkan program Listrik Desa diperuntukkan bagi desa yang belum memiliki jaringan listrik sama sekali. Secara bertahap dan agresif, Pemerintah akan terus menaikkan target sasaran setiap tahunnya demi memastikan seluruh masyarakat Indonesia menikmati terang listrik yang layak,” tutunya .

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...