Ditanya Dubes Italia, Prabowo Sebut RI Tak Lagi Bergantung pada Eropa

Muhamad Fajar Riyandanu
13 November 2023, 21:26
Bakal calon presiden Prabowo Subianto (tengah) tiba untuk menghadiri deklarasi relawan Penerus Negeri di Jakarta, Sabtu (28/10/2023). Relawan Penerus Negeri mendeklarasikan dukungannya untuk bakal calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Gibra
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/Spt.
Bakal calon presiden Prabowo Subianto (tengah) tiba untuk menghadiri deklarasi relawan Penerus Negeri di Jakarta, Sabtu (28/10/2023). Relawan Penerus Negeri mendeklarasikan dukungannya untuk bakal calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pemilu 2024.

Calon presiden (capres) dari Koalisi Indonesia Maju, Prabowo Subianto, mengatakan Indonesia saat ini tidak lagi bergantung kepada Uni Eropa terkait dengan kiblat perumusan kebijakan penguatan ekonomi, demokrasi, hingga pemenuhan hak asasi manusia (HAM).

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab pertanyaan Duta Besar Italia untuk Indonesia, Benedetto Latteri, terkait sikap Prabowo kepada negara anggota Uni Eropa apabila terpilih menjadi Presiden Indonesia periode 2024-2029.

Prabowo mengatakan ketergantungan Indonesia terhadap pihak asing kian menurun karena sebagian besar pimpinan institusi dan lembaga di dalam negeri pernah mengeyam pendidikan di sejumlah negara Barat. Mereka mengisi pos-pos stategis seperti pemimpin militer, pemimpin daerah, bisnis, agama, hingga pemimpin politik.

"Jika Anda melihat komposisi kabinet saat ini, Anda dapat melihat banyak sekali pemimpin Indonesia yang dididik di Barat," kata Prabowo pada agenda bertajuk 'Pidato Calon Presiden RI: Arah dan Strategi Politik Luar Negeri', disiarkan oleh Youtube CSIS Indonesia pada Senin (13/11).

Pada forum tersebut, Prabowo mengatakan sejumlah negara anggota Uni Eropa menerapkan standar ganda, terutama pada sikap dan implementasi terhadap demokrasi dan HAM. Menurutnya sikap tersebut bakal berpengaruh terhadap cara pandang dunia kepada Uni Eropa. "Saya khawatir Barat akan kehilangan kepemimpinan moralnya," ujar Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo menyebut saat ini telah terjadi perubahan atau migrasi terhadap cara pandang dunia yang tidak lagi bergantung kepada negara Barat sebagai pionir abad renaisans maupun pelopor revolusi industri.

"Eropa akan tetap kuat dan jelas akan terus kaya. Namun ada perubahan di dunia. Sekarang, kami tidak terlalu membutuhkan Eropa lagi. Saya tidak akan menjelaskan secara detail," ujar Prabowo.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo juga berjanji akan mengembalikan wibawa politik luar negeri Indonesia sebagai negara yang besar dan berdaulat jika dirinya terpilih menjadi presiden pada Pemilu 2024 mendatang.

Prabowo juga menekankan pentingnya menjalankan strategi diplomasi yang cerdas dan terukur dalam menjamin kebutuhan dan kesatuan negara. Menurut Prabowo, strategi diplomasi luar negeri yang efektif juga dapat menjadi penentu bagi jalannya perekonomian domestik yang stabil.

"Untuk itu, agar perekonomian kita bisa berkembang, kita memerlukan perdamaian dan stabilitas. Kita membutuhkan hubungan baik dengan semua negara," kata Prabowo.

Menteri Pertahanan itu juga mengatakan tentang pentingnya menjaga hubungan baik pada seluruh negara agar bisa menjadi peluang untuk mengundang investasi asing. Penanaman modal luar negeri menurut dia dipercaya membuka akses pasar bagi Indonesia untuk menciptakan lapangan kerja baru.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...