Program Berbagi Vaksin Covid-19 Capai 100 Miliar Dosis ke 144 Negara

Program berbagi vaksin Covid-19 mencapai 100 miliar dosis. Namun negara-negara maju memilih negara mana yang akan disumbang.
Desy Setyowati
16 Januari 2022, 16:45
vaksin covid-19, vaksin corona, vaksin, covid-19
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/hp.
Tenaga kesehatan menyuntikan vaksin Covid-19 ke murid sekolah dasar (SD) di SDN 03 Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (14/12/2021).

Program berbagi vaksin global COVAX mengirimkan satu miliar dosis vaksin Covid-19. Vaksin corona gratis ini diberikan kepada 144 negara.

Covid-19 Vaccines Global Access yang disingkat sebagai COVAX, adalah inisiatif global yang ditujukan untuk akses setara atas vaksin corona. Program ini dipimpin oleh Global Alliance for Vaccines and Immunization (Gavi), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Coalition for Epidemic Preparedness Innovations, dan lainnya.

Gavi mencatat, negara-negara kaya mendapatkan sebagian besar dosis vaksin Covid-19 pada awal tersedia yakni Desember 2020. Sedangkan negara-negara kekurangan vaksin corona.

“Tetapi pada kuartal terakhir, pengiriman meningkat secara eksponensial. Ini memungkinkan COVAX mencapai tonggak sejarah pengiriman satu miliar dosis ke 144 negara,” kata Gavi dikutip dari Reuters, Minggu (16/1).

Advertisement

COVAX diluncurkan pada 2020. Inisiatif ini bertujuan memberikan dua miliar dosis pada akhir 2021.

Gavi mengatakan, target tersebut tak tercapai karena ada penimbunan vaksin Covid-19 secara terbatas oleh negara-negara kaya. Selain itu, ada pembatasan ekspor dan perubahan dalam organisasi yang terlalu sering.

Program berbagi vaksin Covid-19 pun mulai dilakukan pada Februari 2021. COVAX awalnya berencana memasok dosis yang diperoleh langsung dengan anggaran lebih dari US$ 10 miliar dari dana donor.

Namun sekitar sepertiga dari satu miliar dosis vaksin Covid-19 yang dibagikan merupakan sumbangan negara-negara kaya.

Hal itu juga menyebabkan penyaluran vaksin Covid-19 tertunda. Ini karena pendonor sering meminta untuk mengirim dosis ke negara-negara yang dipilih oleh mereka.

Data WHO terbaru pun menunjukkan, 67% populasi di negara kaya telah divaksinasi lengkap. Sedangkan di negara miskin hanya 5%.

Lebih dari 40% populasi dunia belum menerima vaksin Covid-19 dosis pertama.

Gavi pun mencari lebih banyak dana untuk memvaksinasi 70% populasi di negara-negara miskin pada Juli.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait