Kasus Covid-19 RI Bertambah 5.922, Paling Tinggi di Jakarta

Kasus Covid-19 bertambah 5.922 pada Minggu (20/3). Penambahan kasus positif virus corona ini merupakan yang terendah dalam dua bulan terakhir.
Desy Setyowati
20 Maret 2022, 16:28
covid-19, virus corona,
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.
Warga berjalan di dekat mural bertema pencegahan penyebaran COVID-19 di Jakarta, Rabu (2/3/2022).

Kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 5.922 pada Minggu (20/3). Penambahan kasus positif virus corona paling tinggi terjadi di Jakarta.

Total kasus Covid-19 sejak awal terkonfirmasi hingga hari ini (20/3) mencapai 5.962.483. Kasus aktif bertambah 10.046 menjadi 219.688 per Minggu (20/3).

Jumlah pasien hari ini didapatkan dari pemeriksaan terhadap 77.290 orang. Sedangkan rasio positif corona yang diperoleh pemerintah mencapai 7,66%.

Advertisement

Penambahan kasus Covid-19 di Indonesia pada hari ini merupakan yang terendah dalam dua bulan terakhir. Pada 26 Januari, kenaikan kasus positif virus corona 4.878.

Penambahan kasus positif virus corona tertinggi pada hari ini (20/3) yaitu Jakarta 1.167. Disusul oleh Jawa Barat 1.127, Jawa Tengah 658, dan DI Yogyakarta 513.

Kemudian Jawa Timur 452, Banten 449, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) 247.

Jumlah pasien yang sembuh bertambah 15.829 pada hari ini (20/3). Total mencapai 5.589.057. Penambahan pasien yang sembuh paling banyak terjadi di Jaw Barat 3.470.

Disusul oleh Jakarta 2.251, Jawa Tengah 1.480, dan DI Yogyakarta 1.256.

Sedangkan jumlah pasien meninggal dunia akibat Covid-19 bertambah 139. Totalnya mencapai 153.738.

Penambahan tertinggi terjadi di Jawa Tengah 45. Kemudian, DI Yogyakarta dan Jakarta masing-masing 14.

Kantor Staf Presiden (KSP) sebelumnya mengusulkan agar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100% perlu dilakukan kembali. Hal ini karena sekolah perlu mempersiapkan ujian, agar berjalan dengan lancar.

Belum lagi tidak semua guru mendapatkan fasilitas gawai dan internet yang baik. “Ini dikhawatirkan membuat pelaksanaan ujian online tidak maksimal,” kata Tenaga Ahli Utama KSP Abraham Wirotomo dalam keterangan tertulis, Rabu (16/3).

Abraham menyarankan pemerintah daerah meningkatkan tes demi menepis kekhawatiran munculnya lonjakan kasus saat pelaksanaan sekolah tatap muka. Hasil tes bisa menjadi acuan apakah sekolah aman menggelar PTM atau tidak.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait