Luncurkan Produk Baru, CoHive Dapat Modal Rp 193 Miliar

Selain coworking space, CoHive memperkenalkan produk baru yakni tempat tinggal (CoLiving), ruang ritel (CoRetail) dan ruang acara (CoHive Event Space).
Cindy Mutia Annur
20 Juni 2019, 11:32
CoHive pendanaan
Cocowork.co
Ilustrasi, CoHive yang sebelumnya bernama EV Hive mengumumkan perolehan pendanaan US$ 13,5 juta atau sekitar Rp 193 miliar

Perusahaan penyedia layanan ruang kerja bersama (coworking space) CoHive mengumumkan perolehan pendanaan US$ 13,5 juta atau sekitar Rp 193 miliar. Tambahan modal itu didapat dalam putaran pendanaan seri B, yang dipimpin oleh Stonebridge Ventures.

Investor lain yang terlibat dalam pendanaan ini adalah Kolon Investment, Stassets Investment, dan pengembang properti lokal. Investor terdahulu, seperti H&CK Partners juga berpartisipasi dalam putaran pendanaan ini.

Rencananya, tambahan modal tersebut dipakai untuk memperkenalkan beberapa produk baru dan memperluas pasar di Indonesia. “Kami berencana untuk memperluas lokasi coworking di Jakarta dan kota-kota besar lain seperti Surabaya, Bandung dan Makassar,” kata pendiri sekaligus CEO CoHive Jason Lee dalam siaran pers, Rabu (19/6).

(Baca: Ganti Nama Jadi CoHive, Cocowork Targetkan Pertumbuhan Tiga Kali Lipat)

Advertisement

Selain coworking space, CoHive bakal memperkenalkan produk baru seperti tempat tinggal (CoLiving), ruang ritel (CoRetail) dan ruang acara (CoHive Event Space). Namun, ia tidak menjelaskan rinci kapan produk tersebut bakal dirilis.

Direktur Stonebridge Ventures Fortune Sohn menambahkan, para investor ingin memperkuat posisi CoHive di pasar Indonesia. Salah satu caranya, dengan melakukan diversifikasi produk guna membentuk komunitas startup yang besar.

Kehadiran ruang kerja komunal seperti CoHive, menurutnya mampu menggandakan nilai hunian untuk bangunan. “Pencapaian signifikan inilah yang menjadi nilai tambah perusahaan bagi penyewa atau anggota dan pemilik bangunan," katanya.

CoHive juga baru saja meresmikan gedung CoHive 101 sebagai kantor pusatnya di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta. CoHive pun menggandeng perusahaan properti Keppel Land Indonesia untuk menghadirkan produk CoLiving pertamanya di Tower Crest West Vista, Jakarta Barat.

(Baca: Kemenperin Sebut Bisnis Coworking Space Pacu Penggunaan Produk Lokal)

CoLiving milik CoHive ini terdiri dari 64 kamar dengan luas total 2.800 meter persegi. Melalui produk itu, CoHive dmenawarkan gaya hidup perkotaan berfasilitas lengkap dengan harga terjangkau. Selain itu, perusahaan tersebut menyediakan lingkungan tempat tinggal yang mendorong terciptanya kolaborasi di antara para anggotanya.

Pada produk CoRetail, CoHive menawarkan ruang ritel yang fleksibel dengan harga terjangkau. Saat ini, Co-Retail baru tersedia di lantai dasar gedung CoHive 101 di Jakarta.

CoHive juga merilis CoHive Event Space untuk mengakomodasi kebutuhan berbagai perusahaan untuk mengadakan pertemuan dan acara perusahaan.

Saat ini, CoHive memiliki sekitar sembilan ribu anggota yang menyewa produk ruang kerja selama sebulan. CoHive memiliki lebih di 31 lokasi produk dengan luas total sekitar 65 ribu meter persegi di Jakarta, Medan, Yogyakarta dan Bali.

(Baca: Produser Raam Punjabi Jajal Bisnis Coworking Space Lewat Greenhouse)

 

Reporter: Cindy Mutia Annur
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait