Harga Bitcoin Tembus Rp 150 Juta, Investor Diminta Hati-hati

Harga bitcoin diprediksi terus melonjak di tengah pandemi corona. Namun, investor diminta mewaspadai aksi ambil untung.
Desy Setyowati
8 Mei 2020, 13:56
Harga Bitcoin Tembus Rp 150 Juta, Investor Diminta Hati-hati
PXHERE.com
Ilustrasi bitcoin

Harga mata uang digital atau cryptocurrency jenis bitcoin menyentuh US$ 10.043 atau Rp 150 juta per koin pada pagi, hari ini (8/5). Namun, analis meminta investor untuk berhati-hati terhadap kemungkinan aksi ambil untung.

Di satu sisi, pasokan bitcoin berkurang separuh secara global. Karena, analis memperingatkan bahwa harga mata uang digital ini berpotensi jatuh lagi.

"Dengan semakin berkurangnya separuh bitcoin, kami percaya pullback jangka pendek sangat mungkin segera terjadi, karena para pedagang mulai mengambil untung," kata Head of research di index fund Stack yang berbasis di Singapura, Lennard Neo, dikutip dari Forbes, hari ini (8/5).

Berdasarkan data CoinDesk, harga bitcoin pada akhir tahun lalu sebesar US$ 7.251 per koin. Harganya pernah mencapai US$ 10.364 pada pertengahan Februari lalu anjlok menjadi US$ 4.944 pada pertengahan Maret.

Pada siang, hari ini, harganya bergerak turun menjadi US$ 9.809 per koin per Pukul 13.43 WIB. (Baca: Terimbas Wabah Virus Corona, Harga Bitcoin Tembus Rp 140 Juta)

"Dalam jangka panjang kita dapat memperkirakan bitcoin terapresiasi signifikan menjelang akhir 2020 dan awal 2021," kata Neo. Namun, "kekacauan lebih lanjut pada ekonomi yang lebih luas dapat mempercepat lintasan ke atas (bagi bitcoin).”

Data scientist at bitcoin and crypto analytics CryptoCompare James Li pun khawatir atas volatilitas harga bitcoin di tengah pandemi corona. Terutama, separuh dari bitcoin di dunia sudah dimiliki investor.

"Setelah crash pada pertengahan Maret, pemulihan bertahap dan stabil telah menyebabkan volatilitas tersirat untuk tenang," kata Li. “Sekarang pergerakan diperkirakan lebih fluktuatif dan setelah pasokan berkurang separuh.”

Hal senada disampaikan oleh analis crypto hedge fund Tyr Capital yang berbasis di London, Ed Hindi. "Kami memperkirakan, efek separuh (pasokan) sudah ditentukan, yang berarti 2020 ini akan antiklimaks bagi banyak orang,” ujarnya.

(Baca: Harga Bitcoin Diprediksi Jatuh Hingga US$ 3.200 Imbas Pandemi Corona)

Ia memperkirakan penurunan pasar meningkat dari 25% saat menjadi 35%. “Cakrawala jangka panjang untuk bitcoin sangat bullish dan bisa capai target harga US$ 100.000 hingga US$ 125.000 selama beberapa tahun ke depan,” kata dia.

Begitu juga dengan pendiri Vancouver, Wayne Chen. "Ada kemungkinan, perdagangan harga miring atau bahkan penurunan kecil setelah berkurang separuh," kata Chen. "Dengan adanya pandemi Covid-19 yang merugikan perekonomian dunia, kami mungkin melihat sinyal bullish yang lebih cepat dari peristiwa berkurangnya separuh pasokan, sebelumnya."

(Baca: Harga Bitcoin Diprediksi Capai Rp 224 Juta pada Akhir Tahun ini)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait