Transaksi Traveloka dan Tiket.com Berangsur Naik Mulai Juni

Awalnya, transaksi diprediksi baru akan naik pada akhir tahun. Namun, transaksi di Traveloka dan Tiket.com mulai naik pada Juni.
Image title
Oleh Fahmi Ahmad Burhan
11 Juli 2020, 06:45
Transaksi Traveloka dan Tiket.com Berangsur Naik Saat Normal Baru
Arief Kamaludin | Katadata
Ilustrasi platform Tiket.com

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Jumlah kasus positif virus corona terus bertambah. Namun, transaksi di platform layanan perjalanan berbasis online (Online Travel Agent/OTA) Traveloka dan Tiket.com mulai meningkat saat normal baru (new normal).

Head of Marketing, Transport, Traveloka Andhini Putri mengatakan, transaksi mulai meningkat pada Juni. “Kami mulai melihat adanya kenaikan transaksi secara bertahap," katanya kepada Katadata.co.id, Jumat (10/7).

Namun, volume transaksinya belum kembali ke kondisi sebelum adanya pandemi corona. Sebab, pemerintah masih membatasi beberapa layanan transportasi seperti pesawat dan kereta api. 

(Baca: Strategi Traveloka, Loket, Tiket.com Dorong Transaksi Saat Normal Baru)

Unicorn Tanah Air itu pun berinovasi dari sisi produk. Traveloka bekerja sama dengan startup penyedia layanan kesehatan Prodia, Klinik Pintar, dan Biotest untuk menyediakan layanan tes Covid-19 di 44 kota Indonesia.

Sebagaimana diketahui, calon penumpang harus menunjukkan surat bebas virus corona saat ingin bepergian menggunakan pesawat. (Baca: Dikabarkan Galang Pendanaan, Valuasi Traveloka Diprediksi Rp 39,7 T)

Layanan tes Covid-19 itu mencakup uji tes Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Rapid Test. Layanan ini bisa diakses melalui Traveloka Xperience, pada kategori produk Pelengkap Travel (Travel Essentials).

"Selama masa pandemi, kami secara intensif memantau perkembangan situasi terkini agar dapat menyesuaikan produk dan layanan dalam memenuhi kebutuhan para pengguna,” kata dia.

Perusahaan juga menambah konten baru, Online Xperience. Fitur baru ini memuat konten eksklusif dari para pelaku industri kreatif seperti layanan interaktif memasak, kesenian, gaya hidup sehat hingga keterampilan usaha.

(Baca: Kerek Transaksi Saat New Normal, Traveloka Usung Strategi Produk Baru)

Tiap sesi akan disiarkan langsung tanpa direkam terlebih dahulu. Tarif yang ditetapkan beragam, mulai dari Rp 45.000 hingga Rp 573.000. Harga ini sudah termasuk pembelian dan pengiriman material yang akan diuji coba selama sesi.

Peningkatan transaksi juga mulai dirasakan Tiket.com. Chief Marketing Officer (CMO) Tiket.com Gaery Undarsa mengatakan, roda ekonomi mulai berjalan perlahan pasca-pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Awalnya, Tiket.com memperkirakan bahwa transaksi baru akan naik pada akhir tahun. "Tapi ternyata Juni sudah lumayan. Ada live event kami buat. Lumayan bagus hasilnya," kata Gaery saat konferensi pers, Rabu lalu (7/7). 

Transaksi pun terus meningkat hingga bulan ini. “Sekitar 20-25% mulai kembali," kata. (Baca: Strategi Tiket.com Tingkatkan Lagi Transaksi Saat Normal Baru)

Untuk memaksimalkan transaksi, perusahaan berfokus menawarkan produk perjalanan untuk destinasi lokal. "Saya rasa, untuk jarak jauh masih butuh waktu. Sekarang trennya local travelling distance," katanya. 

Tiket.com juga membuat program standardisasi protokol kesehatan dan kebersihan, 'Tiket Clean', dengan menggaet 4 ribu mitra hotel. Ini dilakukan agar konsumen merasa aman dari risiko tertular virus corona.

Standardisasinya terdiri dari pengecekan suhu karyawan dan pengguna, kebersihan kamar dan fasilitas umum, serta memastikan ketersediaan desinfektan di lingkungan hotel. (Baca: Jokowi Larang Mudik, Pegipegi dan Tiket.com Mitigasi Pendapatan Anjlok)

Mitra yang memenuhi standar itu akan mendapat label yang terlihat di aplikasi. Dengan begitu, konsumen dapat mengetahui hotel mana saja yang sudah menerapkan Tiket Clean.

Selain itu, perusahaan memperpanjangan masa berlaku TIX Point hingga 31 Desember. TIX Point merupakan program loyalitas pelanggan melalui poin yang didapatkan setelah transaksi dilakukan. Poin dapat dipergunakan untuk transaksi selanjutnya.

(Baca: Industri Kreatif Terpukul Corona, Hanya Gim dan Animasi yang Tumbuh)

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait