Ponsel Harga Rp 1 Juta Diminati Pelajar dan UMKM saat Pandemi Corona

Ponsel kisaran harga Rp 1 juta diminati pelajar dan UMKM untuk mendukung belajar dan berjualan online. Penjualan di e-commerce meningkat.
Image title
20 Agustus 2020, 06:30
Ponsel Harga Rp 1 Juta Diminati Pelajar dan UMKM saat Pandemi Corona
ANTARA FOTO/Risky Andrianto
Ilustrasi, penjual melayani pembelian telepon seluler (ponsel) di salah satu pusat perbelanjaan elektronik di Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/12/2019).

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Masyarakat mulai dari pekerja, pelajar hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mulai menggunakan layanan berbasis digital selama pandemi corona. Ini membuat ponsel pintar (smartphone) kisaran harga Rp 1 juta diburu konsumen.

Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) mencatat, penjualan ponsel secara offline menurun drastis sejak awal tahun ini. Namun, penjualan melalui platform digital seperti e-commerce, meningkat.

Lebih spesifik, kalangan pelajar dan UMKM memburu ponsel kisaran harga Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. “Yang dicari dari segi harga, karena untuk belajar jarak jauh,” kata Wakil Ketua APSI Syaiful Hayat kepada Katadata.co.id, Rabu (19/8).

Hanya, Syaiful tak memerinci penjualan ponsel secara offline, online, maupun keseluruhan. “Peningkatan penjualan secara online tidak bisa langsung menggantikan yang offline. Sebab, transaksi ini butuh experience,” katanya.

Wakil Direktur Utama Erajaya Group Hasan Aula juga mengatakan, bahwa penjualan ponsel untuk belajar dan berjualan online meningkat selama pandemi virus corona. "Produk yang mendukung dan memudahkan kegiatan belajar dan bekerja secara online, tren penjualannya baik," ujar dia.

Pada umumnya, pelanggan membeli ponsel berdasarkan ukuran layar, kecepatan prosesor, kapasitas memori, dan daya tahan. Ini bertujuan menunjang kegiatan bekerja atau belajar di rumah.

"Produk-produk seperti ini kami sediakan dengan berbagai level harga, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan ketersediaan bujet yang beragam pula," ujar Hasan.

Berdasarkan data International Data Corporation (IDC), penjualan ponsel di Indonesia turun 7% secara tahunan (year on year/yoy) dan 24,1% per kuartalan (quarter to quarter/qtq) pada kuartal I 2020. Ini disebabkan oleh daya beli masyarakat yang menurun imbas pandemi Covid-19.

IDC memperkirakan penurunan penjualan ponsel berlanjut hingga akhir tahun ini. “Pasar ponsel Indonesia akan terus mengalami turbulensi akibat berbagai faktor ekonomi hingga kuartal III," ujar Market Analyst Client Devices IDC Indonesia Risky Febrian dikutip dari siaran pers pada Mei lalu.

Tips Memilih Ponsel untuk Bekerja dan Belajar Online

Seiring dengan meningkatnya peminat ponsel untuk belajar dan bekerja secara online, pakar Informasi dan Teknologi (IT) pun membagikan beberapa tips dalam memilih gawai. Pertama, memiliki layar setidaknya tujuh inci.

“Itu supaya mudah melihat peserta konferensi video,” kata Spesialis Keamanan Teknologi Vaksincom Tanujaya kepada Katadata.co.id.

Kedua, memiliki prosesor yang mendukung belajar dan bekerja secara online. “Tapi, tidak perlu berfokus pada spesifikasi. Sepanjang ponsel bisa menjalankan sistem operasi Android 4.0, sudah bisa,” kata dia.

Ketiga, memiliki RAM atau ruang penyimpanan minimal 2 Gigabyte (GB). Ini supaya ponsel bisa menyimpan beragam aplikasi penunjang kegiatan bekerja dan belajar online.

Terakhir, mempunyai daya tahan baterai yang baik. “Dengan spesifikasi itu, rata-rata dijual di bawah Rp 1,5 juta,” kata Peneliti keamanan siber dari Communication Information System Security Research Center (CISSReC) Pratama Persadha.

Reporter: Cindy Mutia Annur

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait