Dipicu Corona, Shopee Cetak 260 Juta Transaksi dalam Tiga Bulan

Transaksi di Shopee meningkat 130% yoy menjadi 260 juta sepanjang April-Juni. Transaksi per hari rerata 2,8 juta saat pandemi corona.
Image title
Oleh Fahmi Ahmad Burhan
1 September 2020, 18:14
Dipicu Corona, Transaksi di Shopee Capai 260 Juta dalam Tiga Bulan
shopee
Ilustrasi platform Shopee

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Masyarakat beralih ke berbelanja online guna meminimalkan risiko tertular virus corona. Seiring dengan tren ini, perusahaan e-commerce Shopee mencatatkan 260 juta transaksi pada Kuartal II atau saat pandemi corona.

Transaksi di platform Shopee sepanjang April-Juni itu melonjak 130% secara tahunan (year on year/yoy). Rata-rata transaksi per hari mencapai 2,8 juta.

"Kami melihat banyak perubahan perilaku masyarakat, yang mengarah ke pertumbuhan transaksi digital. Konsumen memenuhi kebutuhan selama pandemi melalui e-commerce," ujar Direktur Shopee Indonesia Handhika Jahja saat konferensi pers virtual, Selasa (1/9).

Ia menilai, pandemi Covid-19 mempercepat adopsi penggunaan e-commerce oleh masyarakat. "Dari tidak terbiasa, dipercepat adopsi aplikasi e-commerce (karena pandemi),” kata dia.

Handhika menilai, kebiasaan bertransaksi secara online ini akan berlanjut meski pandemi usai. “Kami lihat ini permanen. Kebiasaan orang berubah, karena mereka mengalami kemudahan belanja online," ujarnya.

Hal itu sejalan dengan riset Facebook dan Bain & Company, yang memperkirakan nilai transaksi bruto (Gross Merchandise Value/GMV) di platform online di Indonesia mencapai US$ 26 miliar atau sekitar Rp 378,3 triliun tahun ini.

Nilainya diprediksi meningkat menjadi US$ 72 miliar atau Rp 1.047,6 triliun pada 2025. Angka ini melonjak dibanding proyeksi awal yang hanya US$ 48 miliar pada 2025.

Jumlah konsumen layanan digital di Tanah Air pun diprediksi meningkat dari 119 juta pada 2019, menjadi 137 juta tahun ini.

Di Asia Tenggara, jumlahnya diproyeksi menyentuh 310 juta, lima tahun lebih cepat dari proyeksi awal. Ini artinya, hampir 70% konsumen di Asia Tenggara akan beralih ke digital pada akhir tahun.

Seiring dengan peningkatan tersebut, jumlah kunjungan ke platform Shopee pun mencapai 93,44 juta per bulan pada kuartal II., berdasarkan riset iPrice. Shopee menempati urutan pertama dengan jumlah kunjungan terbanyak di Indonesia.

Shopee mengalahkan Tokopedia yang jumlah kunjungan ke platform-nya 86,103 juta per bulan. Posisi ketiga ditempati oleh Bukalapak 35,3 juta. Lalu, Lazada 22 juta, Blibli 18 juta, dan JD.id 9,3 juta.

Handhika mengatakan, perusahaan mengandalkan promosi atau diskon untuk menggaet konsumen. Selain itu, berfokus pada inovasi dari sisi produk dan infrastruktur pendukung.

Shopee pun menggelar pesta diskon Super Shoping Day 9.9 selama Agustus hingga September. Perusahaan juga memberikan gratis ongkos kirim ekstra, late night sale hingga Rp 99, dan bagi-bagi koin di Shopee Tanam.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait