Startup Kata.ai Raih Pendanaan dan Rambah Bisnis Digitalisasi UMKM

Startup berbasis AI, Kata.ai meraih pendanaan seri B. Perusahaan rintisan ini pun merambah bisnis social commerce untuk digitalisasi UMKM. Gojek dikabarkan masuk ke bisnis serupa.
Image title
Oleh Fahmi Ahmad Burhan
26 November 2020, 17:11
Startup Kata.ai Raih Pendanaan dan Rambah Bisnis Digitaliasi UMKM
Katadata/Yuliawati
CEO Kata.ai Irzan Raditya

Startup teknologi, Kata.ai mendapatkan pendanaan seri B dari Trans-Pacific Technology Fund (TPTF) dan MDI Ventures. Perusahaan rintisan ini pun membuat platform khusus untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang diberi nama QIOS.

Perusahaan berfokus menyasar segmen korporasi dan pemerintahan dalam tiga tahun terakhir. Tahun ini, mulai mengincar UMKM melalui QIOS. “Ini agar pelaku usaha dapat memperluas jaringan penjualan dan meningkatkan pengalaman belanja pelanggan,” kata Co-Founder sekaligus CEO Kata.ai Irzan Raditya dikutip dari siaran pers, Rabu (25/11).

QIOS merupakan platform social commerce atau perdagangan online berbasis media sosial. UMKM bisa memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk automasi penjualan produk di WhatsApp, Instagram, dan Facebook Messenger.

Kata.ai menyematkan antarmuka pemrograman aplikasi alias application programming interface (API) agar platform-nya terhubung dengan media sosial.

Irzan optimistis teknologinya dapat membantu pelaku UMKM mendongkrak transaksi selama pandemi corona. “Penurunan penjualan bahkan mencapai 70%,” kata dia. “Kami berharap, QIOS dapat membantu mereka mengembangkan bisnis dengan bantuan AI dan automasi.”

Model bisnis yang dipilih social commerce, karena dinilai potensial. Berdasarkan riset dari McKinsey, nilai transaksi atau gross merchandise value (GMV) sektor ini di Indonesia diprediksi US$ 25 miliar pada 2022.

Selain itu, aplikasi percakapan seperti WhatsApp digunakan oleh lebih dari 125 juta orang di Indonesia. Ini memungkinkan pelaku UMKM menyasar lebih banyak konsumen melalui QIOS.

Platform QIOS juga sudah terhubung dengan aplikasi dompet digital seperti OVO, GoPay, LinkAja dan DANA. Selain itu, platform pengiriman online seperti GoSend dan GrabExpress.

Perusahaan penyedia layanan on-demandGojek juga dikabarkan bakal meluncurkan layanan serupa melalui Moka yang diberi nama GoStore. Pada situs Mokaposhelp.zendesk.com, GoStore merupakan etalase yang memungkinkan pedagang membuat toko online sendiri dan terhubung ke media sosial untuk menjangkau lebih banyak pengguna.

Gojek belum mau berkomentar mengenai benar tidaknya akan membuat GoStore. Namun VP Corporate Communication Gojek Audrey Petriny menyampaikan bahwa perusahaan akan terus berinovasi menghadirkan layanan terbaru untuk mendukung UMKM.

“Itu agar UMKM terus maju dan lebih mudah menerapkan digitalisasi pada setiap langkah operasional bisnis sehari-hari," ujar Audrey kepada Katadata.co.id, Oktober lalu (19/10).

Berdasarkan survei KIC terhadap 206 UMKM di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), tujuan utama pelaku usaha menggunakan internet selama pandemi yakni memasarkan produk melalui media sosial. Ini terlihat pada Databoks berikut:

Selain toko fisik, media sosial menjadi andalan pelaku usaha untuk memperjualbelikan produknya di Indonesia. Setelah itu baru e-commerce, sebagaimana bagan Databoks di bawah ini:

Hasil survei itu selaras dengan riset Paxel bertajuk ‘Paxel Buy & Send Insights’ pada 2019, bahwa mayoritas UMKM memilih berjualan di media sosial. Alasannya, karena penggunaannya lebih mudah.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Video Pilihan

Artikel Terkait