Tren Belanja Online & Diskon E-Commerce Ungkit Transaksi Ultra Voucher

Jumlah pengguna Ultra Voucher naik menjadi 190 ribu. Transaksi juga meningkat, karena masyarakat beralih ke belanja online dan banyaknya promosi dari e-commerce.
Image title
2 Februari 2021, 19:21
Tren Belanja Online & Diskon E-Commerce Ungkit Transaksi Ultra Voucher
ANTARA FOTO/APRILLIO AKBAR
Warga memilih barang-barang belanjaan yang dijual secara daring di Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Jumlah pengguna Ultra Voucher besutan PT Trimegah Karya Pratama meningkat 50% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 190 ribu per tahun lalu. Pengguna yang aktif bertransaksi pun meningkat menjadi 10 ribu setiap bulannya.

Namun, CEO Ultra Voucher Hady Kuswanto tidak memerinci peningkatan transaksi sepanjang tahun lalu. Ia hanya menjelaskan bahwa jumlah pengguna aktif meningkat, karena masyarakat beralih ke metode belanja online selama pandemi corona.

“Belanja menggunakan voucer juga menjadi gaya hidup baru untuk memberikan kemudahan," kata Hady saat konferensi pers virtual, Selasa (2/2).

Riset Facebook dan Bain and Company pun menunjukkan, konsumen digital di Indonesia diperkirakan meningkat dari 119 juta pada 2019 menjadi 137 juta tahun lalu. Persentasenya melonjak dari 58% menjadi 68% terhadap total populasi.

Sedangkan jumlah konsumen digital di Asia Tenggara tertera pada Databoks di bawah ini:

Ultra Voucher merupakan platform yang memproduksi voucer untuk mitra penjual, baik offline maupun online. Voucer ini bisa dimanfaatkan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, busana, hiburan hingga investasi emas di e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Blibli, dan Lazada. 

Selain itu, dapat digunakan di platform on-demand Grab, bank, asuransi, Fast Moving Consumer Goods (FMCG) dan lainnya.

Hady mengatakan, selain karena belanja online yang menjadi tren, jumlah pengguna dan transaksi naik karena e-commerce gencar promosi. Shopee misalnya, gencar memberikan diskon dengan tema cantik seperti 2.2, 11.11 hingga 12.12 atau hari belanja online nasional (Harbolnas).

Riset Nielsen Indonesia menunjukkan, transaksi saat Harbolnas 2020 mencapai Rp 11,6 triliun. Nilainya meningkat Rp 2,5 triliun atau 27,4% yoy dibandingkan 2019.

Sebanyak 26% konsumen berbelanja saat pesta diskon seperti 11.11 dan 12.12, karena adanya voucer. Sedangkan alasan bebas ongkos kirim (78%), diskon (73%), dan uang kembali atau cashback (26%).

Pertumbuhan jumlah konsumen saat Harbolnas
Pertumbuhan jumlah konsumen saat Harbolnas (Nielsen dan idEA)

Alhasil, jumlah pengguna dan transaksi di platform Ultra Voucher terdongkrak.

COO Ultra Voucher Riky Boy Permata menambahkan, banyaknya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang masuk ekosistem digital juga mendongkrak bisnisnya. Pemerintah mencatat, ada 3,7 juta pedagang online baru sejak peluncuran program Bangga Buatan Indonesia pada Mei 2020 lalu.

Dengan tambahan tersebut, ada 11,7 juta dari total 64 juta lebih UMKM yang merambah ekosistem digital. Sedangkan angka pertumbuhan jumlah UMKM di Indonesia dapat dilihat pada Databoks di bawah ini:

Saat ini, Ultra Voucher menggaet 40 ribu toko dan 300 klien korporasi. Riky optimistis, jumlah mitra bakal terus meningkat pada tahun ini dan setelah pandemi Covid-19 usai.

"Minat masyarakat semakin tinggi, didorong oleh pemulihan ekonomi dan vaksinasi Covid-19, Kami akan berfokus meningkatkan penjualan," ujar Riky.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait