Grab Bagi-bagi Sembako untuk 150.000 Pengemudi Taksi dan Ojek Online

Grab memberikan sembako dan obat-obatan Rp 50 ribu untuk 150 ribu mitra pengemudi taksi dan ojek online. Decacorn ini juga menyediakan proteksi pendapatan hingga Rp 3 juta per mitra.
Desy Setyowati
9 Agustus 2021, 16:02
grab, sembako, ojek online
KATADATA | Ajeng Dinar Ulfiana
Mitra pengemudi Grab

Grab memberikan sembako dan obat-obatan Rp 50 ribu untuk 150 ribu mitra pengemudi taksi dan ojek online. Layanan ini bisa diakses melalui aplikasi mitra untuk pembelian di Indomaret.

Itu merupakan bagian dari program ATASI atau antisipasi, tangkal, dan vaksinasi. Sebanyak 27 ribu mitra telah memanfaatkan paket sembako sejak diluncurkan Senin minggu lalu (2/8).

Selain sembako dan obat-obatan, Grab menyediakan pengembalian biaya tes antigen atau PCR mitra pengemudi Rp 800 ribu.

Tersedia juga proteksi pendapatan hingga Rp 3 juta per mitra yang terkonfirmasi positif Covid-19. “Grab menginvestasikan Rp 25 miliar untuk program ATASI,” kata President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata dalam keterangan pers, akhir pekan lalu (6/8).

Advertisement

Mitra pengemudi pun mendapatkan harga khusus untuk tes kesehatan umum di klinik Kimia Farma. Selain itu, memperoleh diskon Rp 5.000 dengan batas transaksi Rp 20 ribu di GrabFood.

Decacorn asal Singapura itu juga mendorong mitra pengemudi untuk vaksinasi Covid-19. “Kami berharap program ini akan membantu mitra driver yang terkena dampak pandemi corona, setidaknya dapat mengurangi beban pikiran yang ada,” kata Ridzki.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi langkah tersebut. “Semoga upaya ini dapat membantu pemerintah dalam menekan tingkat infeksi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional,” ujar dia.

Mitra bisnis Grab yaitu Accenture, Emtek, OVO, Microsoft, dan Indosat Ooredoo juga berkontribusi Rp 11 miliar untuk program ATASI.

Decacorn Singapura itu juga menyediakan GrabModal, pinjaman mikro untuk mitra pengemudi dan pengantaran di Indonesia. Ini dikembangkan bersama startup teknologi pembiayaan (fintech lending) Julo.

Saat ini, pinjaman mikro diluncurkan secara bertahap. Layanan ini diharapkan dapat diperluas ke lebih dari 100 ribu mitra pengemudi dan pengantaran di Indonesia pada akhir tahun.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait