Sinar Mas Dikabarkan Jajaki Akuisisi DANA dari Emtek, Apa Responsnya?

Sinar Mas dikabarkan tengah berdiskusi untuk mengakuisisi DANA dari Emtek. Fintech bernuansa biru ini sempat disebut-sebut mengkaji merger dengan OVO.
Desy Setyowati
9 Agustus 2021, 15:15
sinar mas, dana, fintech, emtek, ovo
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
DANA di acara Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 di Jakarta Convention Center,  Jakarta (23/9/2019).

Sinar Mas dikabarkan tengah berdiskusi untuk mengakuisisi DANA dari Elang Mahkota Teknologi (Emtek). Startup teknologi finansial (fintech) bernuansa biru ini memiliki lebih dari 70 juta pengguna per Mei.

Kabar Sinar Mas berdiskusi untuk mengambil alih DANA dari Emtek pertama kali dilaporkan oleh DealStreetAsia. Namun Managing Director Sinar Mas Saleh Husin mengaku tak mengetahui kabar ini.

“Saya sendiri baru dengar dan belum tahu,” kata Saleh Husin kepada Katadata.co.id, Senin (9/8).

Sedangkan CEO DANA Vincent Iswara enggan menanggapi rumor. “Saya tidak dapat berkomentar mengenai kabar itu,” ujar dia.

Advertisement

DANA merupakan fintech pembayaran yang menyediakan layanan kirim uang, transaksi hingga investasi. Startup ini memiliki lebih dari 70 juta pengguna per akhir Mei.

Transaksi DANA juga melonjak dari rerata tiga juta per hari tahun lalu, menjadi lima juta pada 2021.

Sedangkan penggunaan yang paling besar dan peningkatannya, dapat dilihat pada Bagan di bawah ini:

Penggunaan layanan DANA pada 2020 dan selama Januari - Mei 2021, serta jumlah mitra
Penggunaan layanan DANA pada 2020 dan selama Januari - Mei 2021, serta jumlah mitra (DANA, Katadata/Desy Setyowati)

Namun dalam keterbukaan informasi terkait laporan keuangan kuartal IV tahun lalu, anak usaha Emtek yakni Kreatif Media Karya (KMK) menjual 6% saham Elang Andalan Nusantara (EAN) Rp 76 miliar pada 30 Desember 2020.

Dengan begitu, informasi terkait EAN termasuk DANA dan Doku tak lagi dicantumkan dalam laporan keuangan Emtek. EAN merupakan perusahaan patungan Emtek dan Alibaba.

Alibaba sebelumnya memiliki 45% saham EAN. Sedangkan KMK mempunyai 55%. Kini, kepemilikan KMK di EAN turun menjadi 49%.

Sedangkan Grab membeli 4% saham Emtek. Decacorn Singapura ini juga berinvestasi di OVO.

Masuknya pesaing Gojek itu ke Emtek dinilai membuka peluang OVO dan DANA merger. Kabar OVO dan DANA akan merger sebenarnya sudah berhembus sejak 2019. Pendiri sekaligus pemilik Lippo Grup Mochtar Riady mengatakan, perusahaan menjual dua pertiga saham OVO.

Pada akhir 2019, Grab dikabarkan dalam pembicaraan untuk membeli DANA dari Emtek. Sumber Reuters mengatakan, decacorn asal Singapura ini berencana menggabungkan OVO dengan DANA. Hal itu untuk melawan dominasi GoPay besutan Gojek.

Peluang OVO dan DANA merger semakin kuat karena faktor Alibaba. Raksasa teknologi Tiongkok ini disebut-sebut berencana menyuntik modal Grab pada akhir tahun lalu. Alibaba memiliki saham di DANA melalui Ant Financial.

“Lebih banyak pembicaraan seperti itu (merger OVO dan DANA), mungkin menyusul (di tengah diskusi Alibaba dan Grab),” kata CEO perusahaan venture builder berbasis di Singapura, Momentum Works Li Jianggan  dikutip dari ChannelNewsAsia, akhir tahun lalu (23/9/2020).

Namun kini, Sinar Mas dikabarkan tengah berdiskusi untuk mengakuisisi DANA.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait