Benarkah Tiket.com Jadi Unicorn ke-8 Indonesia?

Tiket.com disebut salah satu unicorn Indonesia oleh Mendag Muhammad Lutfi saat rapat dengan DPR. Benarkah valuasinya di atas US$ 1 miliar?
Image title
24 Agustus 2021, 14:59
Tiket.com, unicorn
Arief Kamaludin | Katadata
Tiket.com

Tiket.com disebut salah satu unicorn oleh Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat rapat dengan Komisi VI DPR, Senin (23/8). Sedangkan Indonesia memiliki enam startup dengan valuasi di atas US$ 1 miliar yaitu Bukalapak, Tokopedia, Traveloka, OVO, J&T Express, dan Online Pajak, serta satu decacorn yakni Gojek.

Public Relations Manager Tiket.com Sandra Ayu Darmosumarto belum bisa mengonfirmasi kabar tersebut. Namun, "kami sedang menjajaki sejumlah opsi strategis kedepan," kata dia kepada Katadata.co.id, Selasa (24/8).

 

Selain Tiket.com, e-commerce Blibli disebut-sebut sudah berstatus unicorn atau memiliki valuasi di atas US$ 1 miliar. Namun Blibli.com juga belum menanggapi Katadata.co.id mengenai kabar tersebut.

Advertisement

Berdasarkan laporan CB Insights bertajuk ‘The Complete List of Unicorn Companies’ nama Tiket.com dan Blibli belum termasuk dalam daftar unicorn. Sedangkan valuasi tujuh unicorn lainnya dapat dilihat pada Databoks di bawah ini:

Namun sumber Bloomberg melaporkan, Tiket.com memiliki valuasi lebih dari US$ 1 miliar. Startup penyedia layanan wisata alias online travel agent (OTA) ini pun berencana mencatatkan saham perdana atau IPO.

Co-founder sekaligus CMO Tiket.com Gaery Undarsa belum dapat berkomentar mengenai rencana IPO. “Kalau memang ada sesuatu yang sudah terkonfirmasi, kami langsung buat acara media yang lebih besar,” katanya saat konferensi pers virtual, dua pekan lalu (12/8). “Belum ada yang bisa kami sampaikan.”

Sebelumnya, sumber Bloomberg yang mengetahui kabar IPO itu menyampaikan, Tiket.com dalam pembicaraan untuk merger perusahaan akuisisi bertujuan khusus alias SPAC COVA Acquisition Corp. Entitas gabungan keduanya berpotensi menghasilkan valuasi US$ 2 miliar.

SPAC disebut juga perusahaan cek kosong, karena tidak memiliki operasi apa pun. Perusahaan jenis ini merupakan sarana investasi yang dibuat khusus untuk mengumpulkan dana para orang kaya.

Sumber mengatakan, untuk merger, Tiket.com mendapatkan bantuan dari perusahaan investasi global Goldman Sachs Group yang bertindak sebagai penasihat.

Tiket.com mencatatkan kenaikan transaksi 1.100% secara tahunan (year on year/yoy) pada layanan To Do selama kuartal II. Layanan ini mencakup kegiatan yang bisa dilakukan secara virtual seperti kelas online, webinar, gala premier film, podcast hingga tiket siaran langsung (live streaming) acara selebritas.

Permintaan tiket pesawat tercatat meningkat 400% dan pemesanan hotel 600%. Gaery menyampaikan, peningkatan signifikan karena transaksi pada kuartal II 2020 anjlok. “Banyak orang sepertinya benar-benar beralih ke digital,” kata Gaery.

Secara keseluruhan, transaksi di platform Tiket.com tumbuh 700%. Unduhan aplikasi juga meningkat 2,5 kali lipat atau 150%.

(REVISI: Ada perubahan pada paragraf kedua pada Pukul 15.47 WIB. Ada tanggapan dari Tiket.com)

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan, Desy Setyowati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait