Bos Amazon Jeff Bezos Dikabarkan Danai Proyek ‘Hidup Abadi’

Bos Amazon Jeff Bezos dikabarkan berinvestasi dalam proyek anti-tua atau ‘hidup abadi’. Orang terkaya kedua di dunia ini disebut-sebut mendanai pembentukan perusahaan bernama Altos Labs.
Desy Setyowati
6 September 2021, 17:04
Jeff Bezos, amazon, teknologi
NASA Robotics Competitions Sheyene Gerardi
Jeff Bezos

Bos Amazon Jeff Bezos dikabarkan berinvestasi dalam proyek teknologi anti-penuaan atau ‘hidup abadi’. Orang terkaya kedua di dunia ini disebut-sebut mendanai pembentukan perusahaan bernama Altos Labs.

Pada Oktober 2020, sekelompok besar ilmuwan pergi ke rumah miliarder Yuri Milner di Palo Alto. Mereka berkumpul di gedung milik pribadi untuk konferensi ilmiah dua hari. Sebagian lainnya bergabung secara virtual.

Milner adalah miliarder kelahiran Rusia, yang menghasilkan banyak uang dari Facebook dan Mail.ru. Tiap tahun, ia memberikan hadiah US$ 3 juta kepada fisikawan, ahli biologi, dan matematikawan.

Namun, konferensi yang digelar di rumah Milner, membahas tentang upaya radikal untuk meremajakan hewan. “Pertemuan itu sekarang mengarah pada pembentukan perusahaan anti-penuaan yang ambisius bernama Altos Labs,” kata beberapa sumber yang mengetahui rencana itu dikutip MIT Tecnology Review, akhir pekan lalu (4/9).

Beberapa orang yang diberi pengarahan oleh perusahaan telah diberitahu bahwa salah satu investornya yakni Jeff Bezos. MIT Technology Review juga mengonfirmasi bahwa Milner dan istrinya, Julia telah berinvestasi di Altos melalui yayasan.

Altos sedang mengembangkan teknologi pemrograman ulang biologis. “Perusahaan mencari cara untuk meremajakan sel-sel di laboratorium. Menurut beberapa ilmuwan dapat diperluas untuk merevitalisasi seluruh tubuh hewan, yang pada akhirnya memperpanjang hidup manusia,” demikian dikutip.

Perusahaan baru itu kabarnya akan didirikan di Amerika Serikat (AS) dan di Inggris awal tahun ini. Nantinya, Altos mendirikan beberapa institut di sejumlah tempat termasuk Bay Area, San Diego, Cambridge, Inggris dan Jepang, dan merekrut ilmuwan universitas dengan gaji besar.

Ilmuwan yang disebut-sebut bergabung dengan Altos yakni Juan Carlos Izpisúa Belmonte, ahli biologi Spanyol di Salk Institute, di La Jolla, California. Ia terkenal dengan penelitian pencampuran embrio manusia dan monyet.

Juan meramalkan bahwa rentang hidup manusia dapat ditingkatkan 50 tahun.

Profesor UCLA Steve Horvath yang mengembangkan ‘jam biologis’ yang dapat mengukur penuaan manusia secara akurat, dikabarkan masuk Altos. Lalu penerima Hadiah Nobel 2012 untuk penemuan pemrograman ulang, Shinya Yamanaka akan bergabung tanpa dibayar.

Penemuan terobosan Yamanaka adalah menginstruksikan sel untuk kembali ke keadaan primitif dengan sifat-sifat sel induk embrionik. Ini dikenal dengan Yamanaka Factor.

Pada 2016, laboratorium Izpisúa Belmonte menerapkan faktor-faktor itu ke seluruh tikus hidup. Hasilnya, ada tanda-tanda pembalikan usia dan membawanya ke istilah pemrograman ulang kehidupan.

Pesaing Altos yakni Calico Labs, perusahaan yang dikembangkan oleh salah satu pendiri Google, Larry Page. Calico mempekerjakan tokoh-tokoh ilmiah elit dan memberi mereka anggaran besar terkait anti-penuaan.

Calico juga telah memulai laboratorium yang berfokus pada pemrograman ulang.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait