East Ventures Pimpin Pendanaan Startup Sembako Pasarnow Rp 47 Miliar

East Ventures memimpin pendanaan US$ 3,3 juta kepada startup penyedia kebutuhan sehari-hari Pasarnow. Perusahaan modal ventura besutan grup Sinar Mas berpartisipasi.
Image title
7 September 2021, 16:38
east ventures, pendanaan, startup, sembako
East Ventures
Ilustrasi Pasarnow

East Ventures memimpin pendanaan tahap awal (seed funding) US$ 3,3 juta atau Rp 47 miliar kepada startup penyedia kebutuhan sehari-hari Pasarnow. Perusahaan modal ventura besutan grup Sinar Mas, yakni SMDV juga berpartisipasi.

Investor lain yang terlibat dalam pendanaan kepada startup e-groceries multi-channel tersebut yakni Skystar Capital, Amand Ventures, Prasetia Dwidharma, dan penanam modal individu (angel investors).

Managing Partner East Ventures Willson Cuaca mengatakan, Pasarnow mencatatkan pertumbuhan selama pandemi Covid-19. Selain itu, masyarakat mulai beralih ke belanja online.

Advertisement

Nilai pasar ritel bahan makanan yang digarap oleh Pasarnow di Indonesia diperkirakan US$ 108 miliar pada 2019. Namun platform penyedia layanan sembako seperti Pasarnow baru mampu menggarap kurang dari 1%.

Kontribusi startup e-groceries diprediksi meningkat hingga sekitar US$ 13 miliar pada 2025. "Kami percaya bahwa tim Pasarnow dapat mempercepat peningkatan kapasitas operasional dan pengembangan bisnis," ujar Willson dalam siaran pers, Selasa (7/9).

Managing Partner Skystar Capital Abraham Hidayat sepakat bahwa Pasarnow mampu mengatasi masalah rantai pasok bahan makanan. Dengan begitu, “mampu memberikan produk makanan segar dengan harga terjangkau bagi konsumen Indonesia," katanya.

Pasarnow didirikan pada 2019 oleh James Rijanto, Donald Wono, dan Cindy Ozzie. Startup ini berfokus menyederhanakan solusi rantai pasok di sektor bahan makanan segar yang kompleks, di Indonesia. 

Startup tersebut mengandalkan platform multi-channel. Setiap saluran menawarkan harga, promosi, dan fitur utama berbeda untuk memenuhi kebutuhan spesifik pelanggan. 

Pasarnow mengategorikan pelanggan dalam dua segmentasi, yakni Business to Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C). Startup ini mencatatkan peningkatan order B2C hingga 400%, dan menggandakan pendapatan setiap bulan.

Selain itu, menjalankan sistem operasi back-end dengan cara mengumpulkan semua riwayat pesanan untuk menghasilkan prediksi permintaan pasar. Alhasil, lebih dari 1.000 mitra petani dan pemasok Pasarnow dapat merencanakan dan mengoptimalkan jadwal panen. 

Saat ini, Pasarnow beroperasi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) dan Bandung. Startup ini memiliki lebih dari 100 karyawan dan 200 pekerja harian, serta mitra pengemudi.

Co-founder sekaligus CEO Pasarnow James Rijanto mengatakan, dana segar dari East Ventures dan investor lain akan digunakan untuk mendorong ekspansi operasional. Pasarnow bakal merambah kota baru, merekrut talenta, meningkatkan infrastruktur data, serta membangun gudang mikro atau Frontline Mini Hubs (FMH).

FMH baru akan melengkapi 10 hub yang sudah ada saat ini di Jabodetabek. Pasarnow bakal membangun FMH di daerah padat penduduk dan dilengkapi dengan alat penyimpanan khusus bahan makanan segar dan beku.

"Putaran pendanaan ini memungkinkan kami melayani lebih banyak pelanggan dan meningkatkan kemampuan teknologi,” kata James.

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait