Bitcoin Cs Jeblok, Dubai Malah Mau Jadi Pusat Teknologi & Kripto Dunia

Ada dua negara yang terkena dampak penurunan harga bitcoin hingga ethereum. Bahkan ada yang terlilit utang. Namun Dubai ingin menjadi pusat kripto dan teknologi global.
Lenny Septiani
8 Agustus 2022, 18:31
Kripto, dubai, bitcoin
Katadata
Kripto

Harga kripto seperti bitcoin hingga ethereum anjlok beberapa waktu terakhir. Namun pemerintah kota Dubai mengandalkan cryptocurrency untuk menjadi pusat teknologi global.

Sejak awal tahun, harga kripto seperti bitcoin dan ethereum anjlok. Sedangkan pada hari ini, harga-harganya meningkat.

Berdasarkan data Coindesk, harga bitcoin naik 4,77% menjadi US$ 24.075 per Pukul 18.27 WIB. Lalu ethereum meningkat 5,2% menjadi US$ 1.771 dan Binance Coin 4,88% menjadi US$ 329.

Meski begitu, ibu Kota Uni Emirat Arab, Dubai berencana menjadi pusat teknologi global. Pemerintah setempat ingin menarik pengusaha, investor, dan bahkan bandar kripto ke Dubai.

Advertisement

“Kami benar-benar melihat Dubai memimpin perlombaan itu, bersaing dengan pusat keuangan lainnya dan benar-benar memposisikan dirinya sebagai pusat kripto global,” kata salah satu pendiri perusahaan kripto BitOasis, Ola Doudin dikutip dari CNBC Internasional, Senin (8/8).

“Dubai, dan Uni Emirat Arab secara keseluruhan, adalah contoh kelas dunia dalam menangani pandemi corona. Sekarang Anda melihat ahli-ahli internasional, dari seluruh belahan dunia, ingin pindah ke Dubai,” tambah dia.

Perusahaan investasi dan modal ventura Wamda mencatat, pendanaan yang mengalir ke perusahaan rintisan di Timur Tengah dan Afrika Utara US$ 654 juta pada 2020. Nilainya meningkat empat kali lipat menjadi hampir US$ 2,9 miliar pada tahun berikutnya.

Setengah dari dana tersebut diperkirakan mengalir ke Uni Emirat Arab.

Investasi kripto juga tren di kalangan pemerintah di Uni Emirat Arab. Kepolisian Dubai baru-baru ini mengungkapkan rencana untuk meluncurkan proyek non-fungible token (NFT) kedua.

Sebelumnya, mereka meluncurkan NFT pada akhir Maret dan menarik sekitar 23 juta orang secara global.

Reporter: Lenny Septiani
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait