Investor Ungkap Kunci Utama Membangun Startup Bagi Pemula

Investor mengungkapkan dua kunci utama dalam fase awal membangun startup. Riset Harvard menunjukkan, 90% perusahaan rintisan gagal karena tidak memahami hal ini.
Lenny Septiani
19 Agustus 2022, 17:03
startup, startup gagal
Katadata
Diskusi Katadata Forum dengan tema "Transformasi Indonesia Menuju Raksasa Ekonomi Digital" di Jakarta, pada 2018.

Indonesia memiliki 2.346 startup per April, menurut data Startup Ranking. Venture Partner East Ventures sekaligus Managing Partner Impactto.io Italo Gani mengungkapkan kunci utama dalam membangun perusahaan rintisan.

Menurutnya, titik awal yang harus dilakukan oleh pendiri dalam membangun startup yang dapat bertahan lama adalah hal yang paling sulit. Titik awal yang dimaksud yakni membangun produk.

How to build product in Indonesia dan Amerika Serikat (AS) itu sangat berbeda," kata Italo dalam webinar Fenomena Bubble Burst: Jalan Terjal Starup Indonesia, Jumat (19/8). Sedangkan jumlah startup di Indonesia dapat dilihat pada Databoks di bawah ini:

Advertisement

Ia mengatakan bahwa membutuhkan pengetahuan tentang membangun produk yang sangat lokal di Indonesia. Sepengetahuannya, ada banyak orang yang ingin mendirikan startup, namun tidak memiliki acuan dan akses terhadap pengetahuan tersebut.

Impactto.io pun mengakses pengetahuan itu secara langsung dari para pendiri startup yang berhasil membangun produk atau perusahaan.

Ia bercerita, ada banyak pendiri startup yang langsung berfokus menggenjot skala bisnis dengan gencar melakukan promosi. “Padahal its all about build the product first,” ujarnya.

“Bila sudah tercapai dan mulai ‘matang’, saat product market fit tercapai, baru ke tahap investasi,” tambah dia.

Profesor Thomas R Eisenmann dari Harvard Business School pun mengungkapkan, 90% startup gagal karena produk/layanan yang dikembangkan tidak sesuai dengan kebutuhan pasar.

Hal itu senada dengan temuan CB Insights, yakni 42% startup gagal karena tidak berhasil menemukan product-market fit. Product Plan mendefinisikan product-market fit sebagai konsep atau skenario ketika para pelanggan suatu perusahaan mau membeli, menggunakan, dan menyebarkan informasi tentang suatu produk.

Jika itu terjadi pada banyak pelanggan suatu bisnis, maka akan mampu mendukung pertumbuhan perusahaan dan meningkatkan keuntungan.

Setelah product-market fit, hal penting yang harus diperhatikan dalam mendirikan startup yaitu membuat kalkulasi. “Banyak perusahaan rintisan missing build their number of calculation,” ujar Italo.

Padahal, dengan power analisis akan memudahkan mereka membangun unit ekonomi dengan proyeksi yang menguntungkan. “Memperhitungkan butuh berapa lama sampai bisa mencapai profit,” katanya.

Reporter: Lenny Septiani
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait