Vidio Milik Emtek Kalahkan Netflix dan Disney+ di Indonesia

Vidio milik Emtek mengalahkan Netflix dan Disney+ dari sisi konsumsi konten premium di Indonesia. Apa rahasianya?
Lenny Septiani
3 Oktober 2022, 20:59
netflix, disney+, emtek, Vidio
Google Play Store
Ilustrasi platform Vidio

Netflix dan Disney+ menguasai pasar di hampir semua negara di mana mereka beroperasi. Namun di Indonesia, perusahaan milik konglomerat Elang Mahkota Teknologi (Emtek) menjadi raja di negeri sendiri.

Bloomberg mencatat, Netflix memimpin pasar di Brasil, Meksiko, Korea Selatan, Australia, dan sebagian besar Eropa Barat. Lalu Amazon menjadi salah satu pemain terbesar di Jepang dan wilayah Eropa tertentu.

Kemudian Disney+ pemimpin pasar di India.

Berdasarkan laman resmi Media Partners Asia (MPA), Vidio memimpin dari sisi konsumsi video premium di Indonesia. Namun MPA tidak memerinci jumlah tayangnya.

Advertisement

Selain itu, jumlah pelanggan (subscribers) Vidio 3,5 juta pada kuartal II atau memecahkan rekor perusahaan secara kuartalan. Namun jumlajnya masih di bawah Disney+ 8,5 juta.

CEO PT Surya Citra Media Sutanto Hartono menilai, Vidio unggul dari sisi konsumsi video premium karena Netflix hingga Disney+ tidak berinvestasi besar-besaran di Indonesia.

“Sebagian besar pesaing yang Anda sebutkan, setidaknya yang dari barat, sebenarnya tidak menginvestasikan banyak uang di produk asli Indonesia,” kata dia dikutip dari Bloomberg, Minggu (2/10).

Vidio merupakan unit usaha di bawah Surya Citra Media (SCM). Perusahaan ini mendanai hampir 40 seri asli setahun. Jumlahnya melebihi gabungan seri yang didanai oleh Netflix hingga Disney+ di Indonesia.

Vidio juga mendapatkan hak untuk sebagian besar liga olahraga utama, termasuk Liga Premier Inggris dan Asosiasi Bola Basket Nasional.

Sedangkan analis sekaligus kepala insights konten MPA Dhivya T mencatat, permintaan konten Amerika Serikat (AS), Korea Selatan, dan lokal mendorong permintaan layanan Vidio. “Ini kesuksesan luar biasa dalam mendorong pertumbuhan pelanggan,” ujar dia dalam laman resmi, bulan lalu (5/8).

Konten AS dan Korea Selatan menyumbang lebih dari 50% permintaan video premium di Asia Tenggara.

Selain itu, serial lokal, khususnya di Indonesia dan Thailand tetap menjadi pusat untuk menciptakan buzz dan konsumsi platform. Utamanya dengan judul-judul terobosan seperti My Lecturer My Husband S2 (WeTV), KinnPorsche (iQIYI), Dear Dosenku (Vidio) dan Pretty Little Liars (Viu).

“Konten dengan judul-judul itu berpengaruh pada kuartal II,” ujar Dhivya.

Reporter: Lenny Septiani
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait