ChatGPT Milik OpenAI Dinilai Bisa Merugikan Mahasiswa, Kenapa?

ChatGPT buatan OpenAI mulai marak digunakan di Indonesia. Ahli IT justru menilai ini merugikan mahasiswa dan pelajar. Kenapa? Dan, bagaimana keamanan data pengguna?
Lenny Septiani
9 Desember 2022, 18:48
ChatGPT, OpenAI, kecerdasan buatan
OpenAI
ChatGPT buatan OpenAI

ChatGPT buatan OpenAI tren di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Platform berbasis kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) ini bisa mengerjakan soal matematika hingga membuatkan kode atau coding untuk gim.

Namun Spesialis Keamanan Teknologi Vaksincom Alfons Tanujaya menilai, platform AI itu bisa merugikan mahasiswa dan pelajar. Sebab, ChatGPT bisa menyelesaikan tugas mereka.

Alhasil, mahasiswa dan pelajar tidak melalui proses yang seharusnya. “Awalnya memang membantu. Tetapi ini tidak mencapai tujuan pembelajaran,” ujar Alfons kepada Katadata.co.id, Jumat (9/12).

Oleh karena itu, menurutnya tenaga pengajar perlu mempelajari, serta menyesuaikan diri dan materi dengan perkembangan teknologi. Terlebih lagi, ChatGPT akan semakin berkembang.

Sebab, AI akan semakin pintar jika semakin sering diajak berkomunikasi dengan manusia. Ini yang telah dilakukan oleh ChatGPT, yakni menampung banyak pertanyaan dari pengguna dan menjawabnya.

 

ChatGPT juga bisa mengumpulkan data dari internet dan menjawab banyak pertanyaan secara menyeluruh.

Dari sisi keamanan data pengguna, Alfons melihat tidak ada masalah. Sebab, ChatGPT dikelola oleh lembaga riset asal San Fransisco, Amerika Serikat (AS), OpenAI.

OpenAI didirikan oleh Elon Musk, Sam Altman, dan beberapa peneliti pada 2015. Sam Altman menyampaikan, ChatGPT digunakan oleh lebih dari satu juta orang dalam lima hari sejak dirilis (1/12).

Kemampuan ChatGPT

Reporter teknologi sekaligus peneliti keamanan siber Ax Sharma menyebutkan, ChatGPT didukung oleh rangkaian model AI GPT-3.5 yang dilatih dengan data teks dan kode pada infrastruktur superkomputer Azure AI milik Microsoft.

ChatGPT tidak terhubung ke internet. “Jadi respons apapun yang diberikan, murni berasal dari model terlatih secara offline ini,” kata Ax Sharma dikutip dari Bleeping Computers, Selasa (6/12).

AI buatan OpenAI itu tidak dapat memberi tahu nomor telepon seseorang ataupun perkiraan cuaca. Namun, Ax Sharma mengungkapkan 10 hal keren yang bisa dilakuka oleh ChatGPT, yakni:

1. Mencari celah keamanan siber dan cara memperbaikinya

2. Mendeteksi kerentanan keamanan

Anda dapat bertanya kepada ChatGPT, apakah suatu kode (coding) mengandung kerentanan keamanan. Anda juga dapat meminta AI ini membuat demo proof-of-concept (PoC) sehingga bisa mengeksploitasi kerentanan.

3. Menerapkan mesin virtual (VM)

Research scientist Jonas Degrave menunjukkan bagaimana Anda dapat mengubah ChatGPT menjadi mirip dengan terminal Linux. Terminal adalah interface atau tampilan pada platform yang memungkinkan Anda mengetik kode untuk sistem operasi Linux.

Jika Anda familiar dengan OS Windows, terminal Linux memiliki fungsi yang mirip dengan CMD atau Command Prompt.

Anda juga dapat berinteraksi dengan 'mesin virtual' melalui situs web, walaupun Linux tidak memiliki mesin virtual. ChatGPT bisa membuat Linux menampikan mesin virtual, sehingga Anda seolah-olah berbicara dengan robot di ponsel ataupun laptop.

4. Melintasi dimensi waktu

Bleeping Computer memasukkan teks ke demigod AI dengan tujuan mengakomodasi permintaan untuk perjalanan antardimensi waktu. ChatGPT akan memberikan jawaban berikut tautan (link) dengan teks ‘portal telah dibuka’ atau ‘koordinat disetel’.

Namun Bleeping Computer tidak memerinci apakah tautan yang disematkan oleh ChatGPT benar-benar membawa mereka ke dimensi waktu lain.

5. Menghasilkan pemindaian Nmap

Nmap atau Network Mapper merupakan tools untuk menemukan host dan layanan di jaringan komputer dengan mengirimkan paket dan menganalisis respons.

6. Membuat caption di media sosial

Katadata.co.id pun meminta ChatGPT membuatkan cerita pendek. AI buatan OpenAI ini pun membuatnya dan saat dicek di Google Chrome, ChatGPT tidak plagiat.

7. Membuat coding untuk gim

Asisten Profesor di UNCC Benjamin J Radford meminta ChatGPT menuliskan kode untuk permainan tic-tac-toe ke suatu file. AI buata OpenAI ini pun melakukannya.

Katadata.co.id pun meminta ChatGPT membuatkan kode untuk aplikasi gim. AI ini pun membuatkan coding untuk game ular tangga.

8. Memberitahu cara meretas (hacking)

Seorang pengguna meminta ChatGPT melakukan ‘reverse engineer shellcode, kemudian tulis ulang di C’. Dalam dunia peretasan, shellcode adalah potongan kecil kode yang digunakan sebagai muatan dalam eksploitasi kerentanan perangkat lunak (software).

Disebut "shellcode" karena biasanya digunakan untuk menyerang atau menyusup ke perangkat.

“Ini sangat berguna untuk engineer dan analis malware guna meninjau sampel yang disamarkan, dikemas berulang kali, dikodekan, atau diperkecil,” kata Bleeping Computer.

9. Menghubungkan pengguna ke internet

ChatGPT tidak terhubung ke situs web. Namun, salah satu pengguna meminta AI ini utuk menghubungkannya ke internet. ChatGPT pun melakukannya.

10. Membantu Anda membuat percakapan halusinasi

Seorang pengguna meminta ChatGPT membuat ruang percakapan halusinasi, sehingga membuat dirinya seolah-olah berbincang dengan orang lain. Ini artinya, ChatGPT bisa berpura-pura menjadi orang lain untuk Anda.

Reporter: Lenny Septiani
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait