Cara Lazada dan Tokopedia Antisipasi Geliat TikTok Shop

Transaksi TikTok Shop US$ 4,4 miliar pada 2021. Bagaimana strategi Lazada, Shopee, Tokopedia mengantisipasi media sosial asal Cina ini?
Lenny Septiani
19 Januari 2023, 15:38
TikTok, shopee, tokopedia, lazada
Skill Akademi by Ruangguru
TikTok Shop

Transaksi TikTok Shop di Asia Tenggara diprediksi US$ 4,4 miliar atau sekitar Rp 66,7 triliun pada 2021. Ini lebih kecil ketimbang Shopee dan Lazada di regional, maupun Tokopedia di Indonesia.

Namun Lazada dan Tokopedia menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi ketatnya kompetisi, termasuk dengan TikTok Shop.

Direktur Eksekutif Lazada Indonesia Ferry Kusnowo mengatakan perusahaan berfokus pada pertumbuhan bisnis berkelanjutan. “Dengan tujuan bisa berada di Indonesia dalam jangka waktu lama,” katanya kepada Katadata.co.id, Senin (16/1).

Caranya, memanfaatkan kekuatan utama perusahaan, yakni:

  1. E-commerce, dengan mengedepankan kebutuhan pelanggan (customer first) dalam mengembangkan berbagai fitur inovatif
  2. Teknologi, yang bertujuan memastikan operasional bisnis efisien dan memungkinkan Lazada untuk selalu berinovasi, maupun menghadirkan fitur dan tools yang mendongkrak transaksi online
  3. Logistik, yang berfokus menghadirkan berbagai program dan penawaran seperti pengiriman cepat dan gratis ongkir alias ongkos kirim

Sedangkan Tokopedia memastikan untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan pengguna. Salah satunya, menyediakan kanal streaming video Tokopedia Play.

Transaksi live shopping di Tokopedia meningkat 2,5 kali lipat dibanding 2021. “Tokopedia Play menghadirkan pengalaman berbelanja interaktif bagi pembeli melalui tayangan live shopping,” kata Head of External Communications Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya kepada Katadata.co.id, Senin (16/1).

Ada juga program Tokopedia Affiliate, yang merekomendasikan produk atau toko di Tokopedia melalui media sosial. Tujuannya, memberikan nilai tambah pada strategi pemasaran para pegiat usaha. 

“Pengguna Tokopedia Affiliate meningkat lebih dari 11 kali lipat,” kata Ekhel.

Ekhel menjelaskan, Tokopedia mengedepankan enam pilar untuk menciptakan bisnis berkelanjutan, yaitu:

  • Memperkuat platform
  • Memprioritaskan keamanan dan kerahasiaan data pengguna
  • Fokus pada inovasi teknologi untuk konsumen 
  • Menjadi perusahaan teknologi berbasis AI-First dan data-driven
  • Eksekusi yang dioptimalkan secara finansial 
  • Membangun organisasi teknologi kelas dunia

Katadata.co.id juga mengonfirmasi perihal strategi menghadapi TikTok Shop kepada Shopee. Namun belum ada tanggapan.

Dua sumber The Information menyebutkan, nilai transaksi bruto atau GMV TikTok Shop US$ 4,4 miliar atau Rp 66,7 triliun pada 2021. “Pengeluaran konsumen (TikTok Shop) di Asia Tenggara naik lebih dari empat kali lipat,” kata sumberpekan lalu (9/1).

GMV TikTok Shop di Asia Tenggara pada 2021 itu di bawah Shopee US$ 62,5 miliar atau Rp 899 triliun. Rinciannya sebagai berikut:

Lazada juga mencatatkan GMV per September 2021 US$ 21 miliar atau sekitar Rp 302 triliun. Sedangkan konsumen aktif tahunan naik 1,8 kali lipat menjadi 130 juta.

Di Indonesia, Tokopedia juga mencatatkan GTV atau Gross Transaction Value (GTV)  Rp 230 triliun pada 2021. Nilainya naik 46% dibandingkan 2020 atau year on year (yoy).

Tokopedia menargetkan GTV tahun lalu Rp 334 triliun, atau naik 24% dibandingkan 2021. Sedangkan GTV pada 2024 ditargetkan Rp 669 triliun.

Reporter: Lenny Septiani
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait