AS Umumkan Kasus Pertama Covid-19 Omicron, Wall Street Berubah Anjlok

Tiga indeks acuan Wall Street turun lebih dari 1% pada perdagangan Rabu (1/12) waktu setempat. Bursa saham AS ini memerah setelah pengumuman konfirmasi kasus pertama virus corona varian Omicron.
Desy Setyowati
2 Desember 2021, 06:56
bursa saham, Amerika, omicron
Pixabay/Sergei Tokmakov Terms.Law
Ilustrasi bursa saham Amerika Serikat (AS)

Tiga indeks acuan Wall Street turun lebih dari 1% pada perdagangan Rabu (1/12) waktu setempat. Bursa saham Amerika Serikat (AS) ini memerah setelah pengumuman konfirmasi kasus pertama virus corona varian Omicron.

Setelah naik 1,9% pada pagi ini, S&P 500, Dow Jones, dan Nasdaq berubah memerah. Dow Jones turun 1,34% menjadi 34.022,04, S&P 500 1,18% menjadi 4.513,04, dan Nasdaq Composite 1,83% menjadi 15.254,05.

Perubahan indeks acuan Wall Street setelah dan sebelum pengumuman kasus virus corona varian Omicron pada perdagangan Rabu (1/12) waktu setempat
Perubahan indeks acuan Wall Street setelah dan sebelum pengumuman kasus virus corona varian Omicron pada perdagangan Rabu (1/12) waktu setempat (Katadata)

Ketiga indeks saham itu berubah dari ‘hijau’ ke ‘merah’ setelah Pusat Pengendalian Penyakit AS atau CDC melaporkan kasus pertama Covid-19 varian Omicron di California.

Selain itu, indeks saham AS memerah setelah Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa pembuat kebijakan harus siap untuk menanggapi kemungkinan inflasi yang terus tinggi pada paruh kedua 2022.

Advertisement

Pernyataan itu memberikan sinyal bahwa bank sentral AS akan mempertimbangkan untuk mempercepat tapering off atau penarikan program pembelian obligasi pada pertemuan Desember. Ini karena melonjaknya inflasi.

"Pasar bergulat dengan kekhawatiran kembar yakni varian Omicron dan Powell yang lebih hawkish dari yang diharapkan," kata Kepala Investasi di Independent Advisor Alliance di Charlotte, North Carolina Chris Zaccarelli, dikutip dari Reuters, Rabu (2/12).

Wall Street sebenarnya jatuh tajam pada perdagangan Jumat (26/11), ketika investor pertama kali mendengar tentang varian Omicron. Saat itu, pejabat kesehatan mengatakan bahwa mereka tidak yakin seberapa menular atau berbahaya varian baru ini dan seberapa banyak perlindungan yang diberikan oleh vaksin yang ada saat ini.

Indeks kemudian menguat pada Senin (29/11), karena investor ingin mencari untung dari harga saham yang murah setelah aksi jual. Namun jatuh lagi pada Selasa (30/11) menyusul komentar Powell.

"Kami mencoba untuk membeli saham yang turun lagi (pada Rabu) tetapi berita bahwa Omicron ada di sini (AS), membuat sebagian keluar," kata Zaccarelli.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait