Bank Harus Rangkul Era Digital Untuk Sambut Pasar Masa Depan

Institusi keuangan yang berpikiran maju akan melepaskan diri dari kendala sistem lama dan merangkul era digital dan mengesampingkan kebutuhan untuk alternatif berkecepatan tinggi.
Dicky Christanto W.D
Oleh Dicky Christanto W.D - Tim Publikasi Katadata
5 Agustus 2022, 16:51
Ilustrasi teknologi cloud
Katadata
Ilustrasi teknologi cloud

Salah satu dampak tak terhindarkan dari pandemi Covid-19 adalah modernisasi dalam industri layanan keuangan.

Saat ini, lanskap perbankan menunjukkan pergeseran menuju perilaku cloud-native yang mewajibkan vendor untuk berorientasi pada layanan berbasis API (Application Programming Interface) dan meninggalkan ketergantungan pada sistem yang lama.

Saat ini, banyak institusi keuangan, demi mencapai efisiensi jangka pendek, mengadopsi strategi “two-speed architecture”, sebuah model bisnis digital yang menempatkan front-end yang cepat dan berfokus pada pelanggan berjalan beriringan dengan back-end yang serba lambat dan berorientasi bisnis.

Strategi ini mampu memberikan impresi kuat bahwa perusahaan yang menerapkannya bisa mengimbangi pasar, hanya saja, di belakang layar, bagian back-end harus berjuang keras untuk mewujudkannya.

Alih-alih membantu perusahaan tetap bertahan dalam persaingan, strategi “two-speed architecture” ini nyatanya menghambat institusi tradisional karena menciptakan kondisi yang terputus dari teknologi, budaya silo (enggan berbagi informasi) sehingga menimbulkan retensi talenta dan mengurangi agility, atau kelincahan dalam menyikapi situasi.

Oleh karena itu institusi keuangan yang berpikiran maju akan melepaskan diri dari kendala sistem lama dan merangkul era digital dan mengesampingkan kebutuhan untuk alternatif berkecepatan tinggi.

Untuk melakukan hal tersebut, mereka menerapkan lima prinsip desain utama untuk metodologi mereka:

  1. Terus-menerus melakukan penyesuaian ulang bisnis dengan perilaku pelanggan dan kekuatan pasar
  2. Memberi kebebasan kepada tim untuk menghasilkan inovasi yang berdampak besar
  3. Merangkul setiap kemajuan teknologi sambil menghilangkan tech debt (penggunaan ulang dan konfigurasi ulang semuanya)
  4. Memanfaatkan ekosistem digital untuk evolusi produk yang berkelanjutan
  5. Beradaptasi dan terus menyelaraskan diri

Inti dari kesuksesan adalah memastikan bahwa organisasi dan budaya selaras dengan tujuan transformasi.

Merek keuangan tradisional yang ingin beradaptasi dengan model operasi kecepatan tinggi perlu mengevaluasi persyaratan dengan benar dan memilih pendekatan transformasi terbaik untuk mereka berdasarkan aset yang ada, persyaratan fungsionalitas, dan biaya.

Sebelum beralih, penting untuk memiliki pemahaman yang kuat tentang sistem lama untuk memastikan kesinambungan, memutuskan bagaimana data akan disimpan selama migrasi dan mengembangkan dokumentasi peta jalan migrasi yang ketat dengan fokus pada deteksi kegagalan dini dan pengambilan keputusan yang cepat.

Supaya sejalan dengan pendekatan metodologi yang agile, peta jalan perlu dibagi menjadi serangkaian pencapaian yang lebih kecil dan mudah dicapai, sehingga membantu memprioritaskan rilis parsial yang produktif dan menghindari implementasi big-bang di menit-menit terakhir.

Sertakan upaya peta jalan yang gagal, dan kasus bisnis yang direvisi saat memfaktorkan skenario implementasi.

Dibangun berdasarkan prinsip ekosistem terbuka, teknologi dengan API aktif yang dapat disusun, memberikan landasan untuk mengurangi kerumitan TI, mengurangi biaya pengoperasian, dan memaksimalkan fleksibilitas untuk transformasi.

Dengan teknologi yang dapat disusun, yang mendukung model operasi kecepatan tinggi, institusi lama dapat meminimalkan kompleksitas dan memaksimalkan fleksibilitas yang mana, berkat peningkatan terus-menerus dari layer UX, memberikan kontrol lebih besar atas pengalaman pelanggan.

Dengan merinci proses, composability juga mengisolasi kerumitan TI dan mempercepat waktu reaksi karena sifat iteratif dari platform berbasis cloud.

Penawaran berbasis SaaS juga memberikan landasan yang tidak bergantung geografis yang menghilangkan hambatan untuk berekspansi ke pasar baru.

Selain itu, teknologi yang dibangun di atas single-code-based dapat terus diperbarui dengan upgrade atau perubahan tanpa batas yang membantu meminimalkan technical debt dan disrupsi bisnis.

Dibandingkan dengan penawaran lama, model langganan cloud menawarkan biaya yang jauh lebih rendah dan memerlukan investasi awal yang minimal.

Berlangganan cloud juga menawarkan sisi ekonomi yang transparan dan bisa diprediksi dengan monetisasi cepat karena pengiriman perangkat lunak berkelanjutan meningkatkan kinerja melalui pembaruan cepat dan peluncuran produk yang lebih terukur dalam hitungan hari saja.

Mambu menawarkan agility dan fleksibilitas bisnis yang diperlukan untuk membantu memastikan keberhasilan transformasi kepada merek keuangan.

 Sebagai pemimpin industri dalam cloud banking, Mambu telah membuat model kecepatan tinggi menjadi kenyataan untuk lebih dari 200 institusi, bank, fintech, dan neobank - seperti Bank Jago, Bank Ina, Bank Islam, TymeBank, CommBank Itau dan LNDDO, mendukung lebih dari 65 juta pengguna akhir.

Pelanggan Mambu 32 persen lebih mungkin untuk berkembang dan, rata-rata, memiliki kepuasan pengguna akhir 11 persen lebih tinggi daripada pesaingnya.

Beginilah cara institusi dapat bermigrasi ke institusi berkecepatan tinggi holistik dan terus maju, betapa pun cepatnya dunia berubah.

Cari tahu lebih lanjut tentang mempercepat transformasi digital dan migrasi cloud.

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait