Dikabarkan Akan Ditinggal JD.Com, JD.ID PHK Lagi 200 Pegawai

Desy Setyowati
13 Desember 2022, 17:03
jd.id, phk, startup, jd.com
ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/rwa.
Pengunjung mempraktikkan pemanfaatan platform penjualan digital (e-commerce) JD.ID di Paris van Java Mall, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (8/5/2021).

JD.ID melakukan pemutusan hubungan kerja alias PHK terhadap 200 pegawai atau 30% dari total. E-commerce ini juga dikabarkan bakal ditinggal oleh JD.Com.

Ini kedua kalinya JD.ID melakukan PHK sejak awal tahun. Head of Corporate Communications and Public Affairs JD.ID Setya Yudha Indraswara menyapaikan, perusahaan menghadapi tantangan ekonomi dan perubahan bisnis digital yang sangat cepat.

PHK dilakukan sebagai salah satu langkah untuk menyesuaikan struktur perusahaan dengan perubahan industri. “Langkah adaptasi perlu diambil untuk menjawab tantangan perubahan bisnis yang sungguh cepat belakangan,” kata Satya dalam keterangan pers, Selasa (13/12).

“Salah satu langkah yang diambil manajemen yakni perampingan agar perusahaan dapat terus bergerak menyesuaikan dengan perubahan,” tambah dia.

Tantangan yang dimaksud yakni kenaikan suku bunga acuan bank sentral di global. Selain itu, gejolak geopolitik Rusia dan Ukraina yang masih berlangsung.

Oleh karena itu, perseroan mewaspadai dampaknya dan menyusun strategi agar dapat bertahan. Apalagi, menurutnya bisnis e-commerce menjamur sehingga persaingan dan kampanye produk tidak dapat dihindarkan.

Namun, ia menegaskan bahwa JD.ID terus berfokus memperbaiki sistem bisnis dan arus kas agar membukukan margin positif.

E-commerce itu juga memberikan dukungan kepada karyawan yang di-PHK di antaranya:

  • Asuransi
  • Memberikan dukungan talent promoting
  • Hak-hak lain sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku

JD.ID juga melakukan PHK pada Mei. Namun jumlah karyawan yang terkena dampak tidak disebutkan.

JD.Com Dikabarkan Akan Melepas JD.ID

JD.Com dikabarkan akan melepas operasional bisnis di Indonesia yakni JD.ID. Namun Setya menyampaikan, belum ada pembahasan terkait hal ini di tingkat manajemen.

Perusahaan berfokus dengan program Super 8 yang dimulai sejak Agustus. "Semuanya masih on the track," kata Setya melalui email kepada Katadata.co.id, pekan lalu (2/12).

JD.com dikabarkan mempertimbangkan untuk menutup operasi di Indonesia dan Thailand. Ini bertujuan mengurangi kerugian di kawasan Asia Tenggara dan memperkuat operasional di Cina.

Sumber South China Morning Post mengatakan, pertumbuhan penjualan menjadi tantangan JD.com di Asia Tenggara. Saat ini, perusahaan mencari investor untuk mencaplok bisnis mereka di Indonesia di Thailand.

Tiga orang yang memahami bisnis e-commerce Indonesia mengatakan, JD.com mencari investor untuk mengambil alih saham di JD.ID. Langkah yang sama akan dilakukan pada JD Central di Thailand.

Rumor tersebut awalnya dilaporkan oleh media Cina yakni Xiaguangshe. Sumber mengatakan, ekspansi perusahaan di Indonesia dan Thailand dalam delapan tahun belakangan menghabiskan biaya US$ 1,39 miliar atau setara Rp 21,8 triliun.

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...