Pinjaman Online Melonjak, SPinjam Bidik Momentum Tahun Ajaran Baru

Desy Setyowati
29 Juni 2026, 13:12
SPinjam, pinjaman online,
SPinjam
SPinjam
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menjelang tahun ajaran baru, kebutuhan masyarakat terhadap dana tambahan untuk membiayai pendidikan anak meningkat. SPinjam atau Lentera Dana Nusantara memaksimalkan momentum ini, dengan mengandalkan transparansi dari sisi biaya.

Kebutuhan pendanaan pada tahun ajaran baru, mulai dari uang pangkal, seragam, perlengkapan sekolah, hingga kebutuhan penunjang belajar menjadi pengeluaran yang harus dipersiapkan keluarga dalam waktu bersamaan dengan musim liburan sekolah.

Momentum tersebut hadir di tengah pertumbuhan industri pinjaman daring (pindar) yang masih berlanjut. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), outstanding pembiayaan pindar mencapai Rp 102,07 triliun per April 2026, meningkat 26,11% secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, tingkat risiko kredit macet atau TWP90 tercatat 4,62%. 

Meningkatnya kebutuhan pembiayaan sekaligus literasi keuangan masyarakat mendorong penyedia layanan pinjaman digital tidak lagi hanya bersaing dari sisi kecepatan pencairan dana. Pengguna kini juga mempertimbangkan transparansi biaya sebelum mengajukan pinjaman.

Direktur Utama PT Lentera Dana Nusantara, Jonathan Christianto, mengatakan transparansi biaya menjadi salah satu aspek penting agar masyarakat dapat mengambil keputusan finansial secara lebih matang.

"Kami memahami bahwa seiring meningkatnya inklusi dan literasi finansial di Indonesia, transparansi biaya menjadi salah satu pertimbangan penting bagi masyarakat dalam memilih layanan pinjaman daring. Pengguna perlu memahami komponen biaya, tenor, hingga rincian pembayaran agar dapat menyesuaikan keputusan finansial dengan kemampuan mereka," ujarnya, dikutip dari siaran pers, Senin (29/6).

Sebagai bagian dari strategi tersebut, SPinjam mengusung kampanye "JELAS TANPA JEBAKAN" dengan menampilkan rincian biaya pinjaman secara terbuka kepada pengguna. Untuk pinjaman pertama, layanan ini menawarkan bunga tetap mulai 1,8% per bulan atau setara 0,06% per hari, tanpa biaya administrasi.

Perusahaan juga menyediakan simulasi cicilan agar pengguna dapat mengetahui estimasi pembayaran sejak awal. Sebagai ilustrasi, pinjaman Rp 1,5 juta dengan tenor tiga bulan memiliki cicilan sekitar Rp 527 ribu per bulan, sedangkan tenor enam bulan sekitar Rp 277 ribu per bulan.

Pengajuan pinjaman dapat dilakukan melalui aplikasi Shopee atau ShopeePay. Proses aktivasi dilakukan dengan mengunggah KTP, melengkapi data diri, melakukan verifikasi wajah, dan memasukkan kode OTP. Berdasarkan informasi perusahaan, proses verifikasi rata-rata dapat diselesaikan sekitar lima menit, meski durasinya bergantung pada profil kredit masing-masing pengguna.

Di tengah pertumbuhan industri, OJK terus mengingatkan masyarakat agar menggunakan layanan pinjaman daring secara bijak. Otoritas juga mengimbau masyarakat hanya menggunakan penyelenggara pindar yang telah berizin serta memahami seluruh biaya, tenor, dan kewajiban pembayaran sebelum mengajukan pinjaman. 

Sejalan dengan itu, SPinjam mengimbau pengguna mempertimbangkan kemampuan membayar cicilan sebelum mengajukan pinjaman. Di tengah meningkatnya kebutuhan selama musim liburan sekolah dan menjelang tahun ajaran baru, pengelolaan keuangan yang disiplin dinilai tetap menjadi kunci agar pembiayaan tidak berubah menjadi beban keuangan di kemudian hari.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...