Cina Mulai Atur Pemangkasan Biaya Platform Pesan Antarmakanan

Fahmi Ahmad Burhan
21 Februari 2022, 10:46
Cina
Instagram/@alibaba.group
Grup Alibaba

Pemerintah Cina berencana mengatur biaya layanan platform teknologi pesan-antarmakanan atau food delivery seperti Meituan dan Ele.me dari Alibaba. Beijing memang diprediksi semakin menekan berbagai perusahaan sektor teknologi.

Dikutip dari TechCrunch, badan perencana Cina dan 13 otoritas lainnya mengumumkan bahwa platform pesan-antarmakanan harus lebih mengurangi biaya layanan yang dibebankan ke restoran. Tujuannya agar restoran tidak mempunyai biaya operasional yang besar, sehingga harga makanan menjadi murah.

"Tujuannya untuk membantu industri jasa seperti restoran berjuang pulih," kata otoritas dikutip dari TechCrunch akhir pekan lalu (19/2).

Aturan itu masih dalam bentuk proposal pengajuan. Namun, kemungkinan aturan ini akan mengurangi keuntungan pemain food delivery seperti Meituan dan Ele.me dalam jangka panjang.

Kabar tersebut membuat harga saham Meituan akhir pekan lalu (18/2) turun lebih dari 15%. Sedangkan, Ele.me yang dijalankan oleh raksasa teknologi asal Cina, Alibaba mengalami penurunan saham sekitar 4%.

Tekanan terhadap perusahaan pesan antarmakanan Cina ini seiring dengan prediksi sejumlah pihak yang menyatakan bahwa Beijing akan gencar menyasar banyak sektor teknologi. CEO Kantor CIO Global Gary Dugan mengatakan, akan ada penambahan lebih banyak sektor yang menjadi sasaran tekanan Beijing.

"Ini kan menjadi waktu yang lama bagi investor untuk khawatir tentang perubahan yang tertunda," kata CEO Kantor CIO Global Gary Dugan pada tahun lalu (13/8/2021).

Analis Jefferies Thomas Chong menilai, tekanan yang terus menerus berlangsung bagi perusahaan teknologi Cina membawa kekhawatiran investor. Isu ini menyebabkan penurunan harga saham raksasa teknologi seperti Alibaba hingga Tencent.

Tekanan Beijing berlangsung sejak 2020. Sebelumnya, Beijing juga meluncurkan peraturan baru terkait pengendalian algoritme di platform teknologi seperti TikTok. Aturan ini disusun oleh Administrasi Ruang Siber Cina (CAC), Kementerian Industri dan Teknologi Informasi Cina, Kementerian Keamanan Publik Cina, dan Badan Regulasi Pasar Cina (SAMR). Regulasi yang terbit pada awal tahun ini (4/1), akan mulai berlaku pada 1 Maret.

CAC mengatakan, peraturan baru tersebut bertujuan mengendalikan algoritme pada aplikasi. Teknologi ini berfungsi merekomendasikan apa yang ingin konsumen baca, tonton, putar, dan beli secara online

Melalui aturan baru itu, aplikasi yang mengandalkan algoritme seperti e-commerce Alibaba, video pendek TikTok, dan game Tencent akan diarahkan untuk lebih mempromosikan energi positif.

"TikTok hingga Tencent harus memberi ruang yang memungkinkan konsumen menolak rekomendasi yang dipersonalisasi," demikian dikutip dari SCMP, awal tahun ini (4/1).

Otoritas membuat aturan itu karena selama ini TikTok dianggap sering meracuni konten tidak sehat dari rekomendasi. Regulator mencontohkan, algoritme yang digunakan oleh platform TikTok versi Cina, Douyin membuat pengguna terus-menerus terlibat dengan jumlah konten yang hampir tak terbatas.

Akibat serangkaian tekanan, sejumlah perusahaan teknologi pun telah menerima denda. Alibaba dan anak usaha Tencent, China Literature, dan Shenzhen Hive Box Technology misalnya menerima denda sebesar 1,5 juta yuan atau setara Rp 3,36 miliar pada akhir tahun lalu karena tidak melaporkan akuisisi.

Awal Maret lalu, Beijing kembali mendenda anak usaha Alibaba di bidang kebutuhan pokok atau groseri yakni Nice Tuan dan kepunyaan Tencent, Shixianghui. Perusahaan tersebut diketahui menerapkan skema pembelian berbasis komunitas yang dianggap bisa mengelabui konsumen agar membeli barang.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...