Dua Driver Gugur dan Tiga Dirawat Akibat Demo Ricuh, Ini Tindak Lanjut Grab

Kamila Meilina
1 September 2025, 07:31
Grab
Grab Singapura
Grab
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Dua mitra pengemudi Grab meninggal dunia dan tiga lainnya dirawat di rumah sakit akibat kericuhan dalam aksi demonstrasi yang terjadi di sejumlah daerah. Grab Indonesia menyatakan duka cita mendalam sekaligus menegaskan komitmen untuk memberikan pendampingan kepada para mitra terdampak.

Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi menyebut dua mitra meninggal dunia akibat demonstrasi di Jakarta dan Makassar. Selain itu, Grab mencatat ada tiga pengemudi mereka yang masih dirawat insentif di Jakarta dan Makassar karena terluka saat unjuk rasa.

Korban jiwa yakni Affan Kurniawan, yang tewas tertabrak kendaraan taktis Brimob di Jakarta pada Kamis (28/8), serta Rusmadiansyah, yang meninggal dalam kericuhan di depan Kampus UMI Makassar pada Jumat (29/8).

Sedangkan tiga orang lainnya yang masih menjalani perawatan intensif saat ini adalah Moh Umar Amarudin di Rumah Sakit Pelni Jakarta, dan Aji di Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan Jakarta. Kemudian Budi Haryadi di Rumah Sakit Prima Jaya, Makassar.

“Kami menyampaikan keprihatinan dan dukacita mendalam atas berpulangnya almarhum Afan Kurniawan dan almarhum Rusmadiansyah. Kami juga mendoakan saudara Umar, Aji, dan Budi Haryadi yang masih dirawat agar segera pulih,” ujar Neneng dalam konferensi pers daring, Minggu (31/8).

Atas insiden dan kericuhan yang terjadi, Neneng mengungkap akan menyiapkan pendampingan menyeluruh bagi mitra terdampak. 

“Melihat keadaan yang krisis seperti ini, kami menyiapkan pendampingan yang menyeluruh. Mulai dari bantuan hukum bila diperlukan, kemudian santunan, dan dukungan lain agar setiap mitra benar-benar merasa dijaga dan mendapat perlindungan nyata,” ujar Neneng. 

Fitur Darurat GERCEP Diluncurkan

Driver yang berada dalam kondisi darurat kini bisa menggunakan fitur Grab Respon Cepat (GERCEP), alias kanal bantuan khusus yang ditujukan untuk melindungi mitra pengemudi di tengah meningkatnya risiko keamanan akibat gelombang aksi di berbagai kota.

Neneng mengatakan fitur ini berbeda dengan  Incident Response Team (IRT), satgas khusus untuk merespons keamanan mitra biasa. Sebab, fitur baru tersebut menyediakan jalur kanal khusus agar laporan keamanan mitra di tengah kondisi darurat kericuhan tidak tercampur dengan laporan layanan lainnya.

Para mitra pengemudi juga akan mendapatkan notifikasi terkait area rawan selama masa kericuhan akibat unjuk rasa masih berlangsung. Neneng menambahkan, pihaknya juga rutin mengingatkan mitra pengemudi untuk menghindari lokasi yang ramai atau berpotensi menjadi titik demonstrasi. Notifikasi area rawan dikirimkan secara harian agar mitra bisa tetap waspada dan bekerja dengan aman. 

Director of Trust & Safety and Grab Support Grab Indonesia Radhi Juniantino mengatakan perusahaan menerapkan keringanan teknis agar mitra tetap bisa menarik order secara optimal.

“Kami menerapkan keringanan operasional, mulai dari cancellation rate, completion rate, hingga aturan swafoto. Kami juga memberikan update rute atau area-area yang harus diwaspadai oleh mitra,” kata Radhi.

Menurut Radhi, kebijakan ini diharapkan dapat membantu mitra menjalankan aktivitas lebih baik di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.

Mulai 2 September 2025, mitra dapat memanfaatkan GERCEP melalui tiga kanal darurat, yakni lewat sSaluran Telepon Darurat Khusus: 021-2350-7032, Help Centre “Bantuan Tanggap Darurat” di aplikasi driver, serta Layanan Live Chat Help Centre.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...