Menteri Komdigi Duga Ada Aliran Dana Judol ke Live Konten Provokasi

Desy Setyowati
2 September 2025, 11:18
menteri Komdigi Duga ada aliran dana judol untuk provokasi,
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nz
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru saat pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan 2025 di Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (26/8/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Komdigi atau Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan ada indikasi upaya terorganisir untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana provokasi. Beberapa akun yang melakukan siaran langsung alias live streaming juga tercatat menerima dana dari situs maupun akun judi online atau judol.

Meutya Hafid menjelaskan Kementerian Komdigi menerima lonjakan laporan masyarakat terkait provokasi di ruang digital, termasuk ajakan penjarahan, penyerangan, dan penyebaran isu SARA.

"Kami juga menemukan adanya informasi keliru yang disebarkan, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, dengan kecepatan penyebaran yang sangat tinggi, mirip banjir bandang yang menenggelamkan informasi yang benar, masukan, kritikan konstruktif, atau aktivitas produktif, seperti pembelajaran, UMKM, dan sebagainya," kata Meutya Hafid melalui akun Instagram pribadi, Senin (1/9).

Indikasi awal menunjukkan adanya upaya terorganisir untuk memanfaatkan medsos sebagai sarana provokasi.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
Sebuah kiriman dibagikan oleh Meutya Hafid Ansyah (@meutya_hafid)

Sejak beberapa hari terakhir, Komdigi juga memantau adanya aliran dana dalam jumlah signifikan melalui platform digital. Konten kekerasan dan anarkisme disiarkan live dan dimonetisasi lewat fitur donasi maupun gifts bernilai besar.

"Beberapa akun yang terlibat terhubung dengan jaringan judi online atau judol," ujar Menteri Komdigi.

"Kami menegaskan, pemerintah menghormati warga yang menyampaikan aspirasi dengan tertib. Namun, di saat yang sama, kami juga mencatat adanya kelompok yang sengaja digerakkan melalui media sosial, menuju titik-titik tertentu, menayangkan konten secara maraton, dan menerima insentif dalam jumlah tidak wajar," ia menambahkan.

Komdigi mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati. Selain itu, tidak mudah terpancing provokasi dan tak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

"Gunakan sumber tepercaya, termasuk media yang berpegang pada kode etik jurnalistik," ujar Menteri Komdigi Meutya Hafid.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...