Amazon hingga Induk Instagram PHK 30 Ribu Pegawai pada Awal 2026, Beralih ke AI
Tren PHK atau Pemutusan Hubungan Kerja oleh raksasa teknologi berlanjut. Kurang dari dua bulan memasuki 2026, Amazon hingga induk Instagram, Meta total telah memecat 30.700 karyawan, berdasarkan laporan RationalFX pada Kamis (12/2).
Jika laju PHK terus berlanjut, jumlahnya diperkirakan melampaui tahun lalu yang mencapai 245 ribu. Laporan RationalFX ini menunjukkan, tren efisiensi jumlah karyawan dan restrukturisasi belum menunjukkan tanda-tanda melambat.
Data PHK di perusahaan teknologi global dari tahun ke tahun sebagai berikut:
Amazon memimpin dari sisi jumlah karyawan yang dipecat sejak awal 2026, yakni sebanyak 16 ribu. Raksasa e-commerce ini telah memangkas hampir 20 ribu karyawan pada tahun lalu.
Manajemen Amazon menyebutkan upaya untuk menyederhanakan pelaporan, mempercepat pengambilan keputusan, dan meningkatkan efisiensi. Namun, PHK ini terjadi di tengah pendapatan yang mencapai rekor yakni US$ 716,9 miliar atau Rp 12.063 triliun (kurs Rp 16.800 per US$) pada 2025, atau naik 12% dari tahun ke tahun alias year on year (yoy).
Amazon berinvestasi besar-besaran di bidang kecerdasan buatan atau AI dan infrastruktur komputasi awan (cloud). Pengeluaran untuk kedua bidang ini diperkirakan US$ 200 miliar atau Rp 3.365 triliun pada tahun ini.
Berikut daftar perusahaan teknologi dengan jumlah PHK terbanyak pada awal tahun:
Amerika Serikat menjadi negara dengan jumlah PHK di sektor teknologi terbanyak pada awal tahun ini. Total ada 38 korporasi di negara ini yang memecat PHK kurang dari dua bulan. Rinciannya sebagai berikut:
Sektor teknologi terus menghadapi dampak pandemi yang telah memengaruhi lebih dari satu juta karyawan teknologi di seluruh dunia sejak 2021. Namun, gelombang PHK kali ini tidak lagi sekadar koreksi pascapandemi.
Industri kini memasuki fase pergeseran struktural. Otomatisasi, integrasi AI, serta disiplin biaya menjadi pendorong utama restrukturisasi.
PHK massal tahun lalu sebagian besar didorong oleh otomatisasi, perpindahan pekerjaan yang didorong oleh AI, dan strategi pengurangan biaya yang lebih luas. Perusahaan semakin menekankan keahlian AI sebagai kompetensi inti dalam perekrutan dan evaluasi kinerja.
RationalFX belum menghitung data pegawai di Indonesia yang mengalami PHK. Namun Traveloka baru-baru ini mengumumkan efisiensi jumlah pegawai, namun tidak disebutkan jumlahnya. Perusahaan ini juga sudah mengalihkan kantor pusat ke Singapura.
