Profil 3 Raksasa Global yang akan Kembangkan Industri Semikonduktor di RI
Tiga perusahaan global menjalin kerja sama dengan Indonesia untuk mengembangkan industri semikonduktor nasional. Ketiga raksasa teknologi itu adalah Essence Global Group dan Tynergy Technology Corporation USA dari Amerika Serikat, serta Arm Limited dari Inggris.
Essence Global Group dan Tynergy Technology Corporation USA akan menggandeng Pengelola Proyek Strategis Nasional (PSN) Wiraraja Green Renewable Energy & Smart Eco-Industrial Park (GESEIP), yakni PT Galang Bumi Industri, sebagai mitra strategis. Adapun Arm Limited telah meneken kerja sama dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia di London, pada Senin (23/2) waktu setempat.
Berikut ini profil dan kapasitas produksi dari tiga perusahaan teknologi global tersebut
Essence Global Group
Mengutip laman resmi di situs perusahaan, Essence Global Group (EGG) adalah perusahaan teknologi berbasis di Miami, Florida, Amerika Serikat (AS). Perusahaan ini fokus pada pengembangan solusi energi dan infrastruktur berkelanjutan untuk kebutuhan industri berskala besar. Essence memposisikan diri sebagai pengembang sistem teknologi canggih, bukan manufaktur barang konsumsi massal.
Misinya adalah menghadirkan teknologi yang mampu memenuhi kebutuhan energi, air, dan komputasi secara efisien biaya serta minim dampak lingkungan.
Produk utama perusahaan ini adalah Essence Power System (EPS), yakni sistem pembangkit listrik modular berbasis teknologi yang diklaim menggunakan pendekatan energi hidrogen plasmonik.
Karakteristik utama EPS adalah sistem modular dalam kontainer 20 kaki dan 40 kaki, kapasitas sekitar 1-2 megawatt (MW) per unit. EPS didesain untuk memasok listrik berkelanjutan 24 jam dan diklaim tanpa emisi langsung.
Dalam konfigurasi skala industri, sistem ini disebut dapat dikembangkan hingga ratusan MW untuk kebutuhan kawasan industri atau infrastruktur besar. Penggunaan utama produk ini untuk kebutuhan pusat data dan pusat komputasi kecerdasan buatan atau AI, kawasan industri, utilitas kelistrikan dan microgrid, hingga infrastruktur energi di wilayah terpencil.
EGG juga mengembangkan sistem penyimpanan energi berbasis sodium-ion sebagai alternatif baterai litium-ion. Teknologi ini untuk penyimpanan energi skala utilitas, integrasi energi terbarukan, backup daya pusat data, dan aplikasi komersial dan industri.
Berbeda dari perusahaan manufaktur lainnya, Essence Global Group tidak mengandalkan produksi massal. Model bisnisnya berbasis proyek dan sistem modular. Selain itu, unit pembangkit atau penyimpanan energi diproduksi sesuai kebutuhan klien dan diterapkan dalam skema kerja sama industri atau investasi infrastruktur.
Nantinya, dalam proyek PSN Wiraraja GESEIP, Essence Global Group akan fokus pada pemurnian polisilikon untuk industri semikonduktor dan sel surya. Selain itu, perusahaan akan membangun fasilitas manufaktur dan riset teknologi mutakhir.
Tynergy Technology Corporation USA
Tynergy Technology Corporation USA merupakan perusahaan berbasis di Amerika Serikat yang bergerak di bidang teknologi energi berkelanjutan dan pengembangan infrastruktur industri. Tynergy memposisikan diri sebagai pengembang solusi energi bersih dan penguatan rantai pasok material strategis untuk mendukung transisi energi global.
Fokus utama Tynergy berada pada teknologi penyimpanan energi, khususnya baterai berbasis sodium-ion yang ditujukan untuk kebutuhan jaringan listrik (grid), integrasi energi terbarukan seperti tenaga surya, serta aplikasi industri berskala besar.
Selain itu, perusahaan juga mengembangkan teknologi penyimpanan energi lain seperti sistem magnetic flywheel untuk stabilisasi daya jangka pendek. Produk-produk ini digunakan untuk mendukung sistem kelistrikan modern yang membutuhkan pasokan stabil dan berkelanjutan.
Di sisi hulu, Tynergy terlibat dalam pengolahan mineral dan bahan baku penting bagi industri teknologi, termasuk silika berkualitas tinggi yang digunakan untuk kaca panel surya dan komponen semikonduktor. Begitu juga dengan material penting lain yang berkaitan dengan industri baterai dan energi bersih.
Dengan pendekatan ini, Tynergy tidak hanya berperan di sisi teknologi akhir, tetapi juga pada rantai pasok material strategis.
Tynergy Technology Corporation USA dan Essence Global Group akan terlibat dalam proyek pengembangan kawasan industri energi dan semikonduktor di Batam dengan komitmen investasi mencapai US$ 4,9 miliar atau Rp 82,41 triliun (kurs Rp 16.818 per dolar AS).
Arm Limited
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perusahaan asal Inggris Arm Limited menguasai sekitar 96% teknologi cip untuk sektor otomotif global. Perusahaan itu juga menguasai hampir 94% desain cip yang digunakan pada pusat data dan pengembangan kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI).
Berdasarkan situs resminya, Arm Limited menyediakan platform komputasi yang efisien dan berperforma tinggi, dengan lebih dari 325 miliar perangkat berbasis Arm telah dikirimkan hingga saat ini.
Sejumlah perusahaan teknologi global seperti Amazon Web Services, Microsoft, Google, Meta Platforms, NVIDIA, dan Samsung Electronics memanfaatkan teknologi Arm untuk mendorong inovasi komputasi yang dibutuhkan dalam AI.
Didukung ekosistem komputasi global serta lebih dari 22 juta pengembang perangkat lunak, Arm mengembangkan teknologi yang memungkinkan hadirnya pengalaman AI masa depan dari cloud hingga edge.
“Platform komputasi Arm menjadi tulang punggung dunia digital modern. Dengan teknologi serta model bisnis yang unik, perusahaan ini berada pada posisi kuat untuk terus tumbuh dan menjadi fondasi utama dalam pengembangan pengalaman kecerdasan buatan (AI),” tulis CEO Arm Ltd, Rene Haas, dalam situs resminya, dikutip Rabu (25/2).
Platform komputasi Arm dikenal terpercaya, terverifikasi, dan telah teruji luas di industri. Dengan model bisnis berbasis kemitraan, Arm mendorong inovasi teknologi serta memudahkan ekosistemnya membangun solusi komputasi secara lebih cepat melalui subsistem komputasi canggih atau compute subsystems (CSS), terutama untuk memenuhi kebutuhan komputasi kecerdasan buatan yang terus meningkat.
Didirikan lebih dari 30 tahun lalu di Cambridge oleh 12 pendiri, Arm awalnya mengembangkan komputer hemat energi yang dapat beroperasi dengan baterai. Seiring waktu, perusahaan ini berkembang menjadi salah satu platform komputasi global yang mendukung berbagai inovasi teknologi dan pengembangan pengalaman AI di berbagai industri.
