Influenser TikTok Bekasi Berinisial PB Diduga Tipu UMKM

Rahayu Subekti
27 Februari 2026, 13:58
Influenser TikTok asal Bekasi diduga tipu UMKM,
Katadata
Influenser TikTok asal Bekasi diduga tipu UMKM
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Influenser TikTok asal Bekasi yang juga memiliki akun di Instagram berinisial PB diduga melakukan penipuan. Hal ini terungkap setelah korban yang juga merupakan pemilik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengungkapkan dugaan ini melalui media sosial.

Kasus dugaan penipuan itu juga diunggah oleh Ketua Harian Asosiasi Media Sosial dan Siber Indonesia (Amsindo) Gerry Prayudi. “Saya up (unggah) ini karena ingin membantu korban mendapatkan haknya lagi,” kata Gerry kepada Katadata.co.id, Jumat (27/2).

Namun semenjak kasus ini menjadi sorotan di media sosial. Akun influenser PB di Instagram maupun dan TikTok hilang. Hanya ada akun Instagram yang diduga milik influenser itu, namun sudah dalam mode private.

Beberapa UMKM bercerita dugaan penipuan yang dilakukan oleh influenser berinisial PB itu dengan modus endorse.

"Saya suka sama konten (PB), jadi saya memberanikan diri bertanya tentang biaya endorse,” kata Pemilik Seblak Prasmanan Suhen Bekasi Nurul kepada Katadata.co.id.

Nurul menceritakan PB memberikan rate card untuk biaya endorse. Untuk setiap jenis konten, influenser iru memberikan harga yang berbeda, misalnya satu kali Instagram foto memiliki biaya endorse Rp 8 juta dan satu kali Instagram video maupun reels Rp 12 juta, termasuk dengan simple production.

PB juga disebut mematok harga Rp 1 juta untuk sekali unggahan Instagram dan TikTok story. Selain itu, besaran bayaran endorse Rp 15 juta untuk satu kali video Tiktok sekaligus visit.

Nurul menilai daftar harga itu terlalu mahal. “Kami hanya UMKM kecil. Kami tidak mampu bayar sebesar ratecard. Jadi kami memutuskan untuk mengurungkan niat kami,” katanya.  

Akhirnya Nurul dan PB sepakat mendapatkan harga Rp 5 juta dengan skema DP Rp 2 juta dan pelunasannya setelah video diunggah. Namun pembuatan video tidak kunjung dilakukan sesuai kesepakatan pada 14 Desember 2025 hingga saat ini.

“Dia tidak datang, bahkan diundur waktu itu pada 20 Desember 2025 tapi tidak datang juga dengan alasan sedang mengurus perceraian. Padahal kami setiap malam melihat beliau aktif live di TikTok,” ujarnya.

Nurul sempat dijanjikan untuk pengembalian dana Rp 2 juta tersebut. Namun hingga kini uang tersebut belum dikembalikan dan kehilangan kontak dengan PB.

“Sampai detik ini belum ada kejelasan. Kami sudah sering chat melalui Whatsapp, Instagram, dan TikTok tapi tidak digubris,” kata Nurul.

Tak hanya Nurul yang menjadi korban, Ilyas dengan akun Instagram @hilyasu_ juga menjadi salah satu korban PB. Namun Ilyas mengalami penipuan ini pada Agustus 2025.

Berbeda dengan rate card yang diterima Nurul, Ilyas berhasil mendapatkan biaya endorse yang lebih murah. Setelah menghubungi tim PB untuk endorse bisnis yang sedang ia jalani saat itu, Ilyas mendapatkan harga sekitar Rp 250 ribu.

“Jadi saat itu, dia buka harga untuk endorse story instagra Rp 500 ribu, terjadi negosiasi dan sepakat di harga Rp 250 ribu,” kata Ilyas kepada Katadata.co.id melalui pesan langsung Instagram.

Sama seperti modus sebelumnya, setelah uang ditransfer maka terjadilah hilang kontak. Sementara konten yang dijanjikan sesuai kesepakatan endorse sama sekali tidak dibuat. 

“Begitu uang sudah ditransfer tidak respons, sampai ditelfon berkali-kali juga nggak direspons,” ujar Ilyas.

Ilyas juga menghubungi PB dengan berpura-pura ingin endorse dan direspons oleh tim. Namun pada akhirnya diblokir setelah ia menyatakan ingin menagih konten yang sudah dijanjikan sebelumnya.

Ilyas juga tidak menyangka banyak korban dugaan penipuan oleh PN. “Kaget juga ada yang sampai tertipu Rp 2 juta sampai Rp 8 juta. Nominalku di sini kecil karena memang rate harga dia Agustus 2025 untuk story itu di angka segitu,” kata Ilyas.

Ilyas mengatakan dirinya sudah berkali-kali mengalami penipuan serupa.

Usai kejadian tersebut, Ilyas mengharapkan para UMKM dan pelaku bisnis kecil berhati-hati jika ingin melakukan kerja sama endorse. Ia juga mengharapkan ada media khusus untuk membantu memviralkan kasus penipuan selebgram.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...