Ukraina Mulai Pakai Robot Tentara di Medan Perang
Perusahaan robotika Foundation mengirimkan robot humanoid ke Ukraina. Dua unit Phantom Mk-I yang dikirim pada Februari, digunakan untuk pengintaian garis depan di medan perang.
Hal itu menandai pengerahan pertama robot humanoid ke garis depan perang Ukraina – Rusia. “Kami pikir ada keharusan moral untuk menempatkan robot-robot ini ke medan perang sebagai pengganti tentara,” kata salah satu pendiri Foundation Mike LeBlanc kepada Time, dikutip dari Futurism, akhir pekan lalu.
Tujuannya, kata veteran perang, yakni membangun Phantom menjadi robot yang dapat menggunakan segala jenis senjata yang biasanya dipakai manusia, seperti robot pembunuh di film 'Terminator'.
Time menyebutkan, berdasarkan kunjungan ke fasilitas Foundation di San Francisco, California, Amerika Serikat, pada Februari menunjukkan, robot Phantom Mk-I mampu menggunakan revolver, pistol semi-otomatis, senapan, dan senapan M-16 tiruan.
Menurut laporan terbaru dari kantor berita negara Ukraina United24, negara ini telah memulai 7.495 operasi robotika selama Januari. Meskipun sebagian besar operasi bersifat logistik, misalnya, mengirimkan senjata, amunisi, dan makanan kepada pasukan darat, beberapa di antaranya membawa senapan mesin Kalashnikov dan bahan peledak.
Rusia juga telah memanfaatkan robotika untuk berbagai tugas di medan perang, meskipun mereka belum mengerahkan unit humanoid apa pun.
Di luar Ukraina, Foundation juga menjalin kontak yang sangat erat dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengenai robot patroli untuk perbatasan AS - Meksiko.
Hal ini menandai peningkatan penggunaan teknologi terbaru, seperti kecerdasan buatan (AI) dan robot dalam perang. Amerika Serikat menggunakan teknologi AI terintegrasi, yang mencakup buatan Palantir hingga Anthropic, dalam perang melawan Iran.
