Serangan Siber ke Tata Electronics Guncang Rantai Pasok Apple-Tesla di India

Rahayu Subekti
23 Juni 2026, 12:34
serangan siber, Apple, Tesla, India
Freepik
Ilustrasi, hacker.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Tata Electronics, pemasok utama bagi Apple dan Tesla, mengonfirmasi telah mengalami insiden serangan siber yang mengakibatkan dugaan kebocoran data perusahaan. Insiden ini memicu kekhawatiran baru terhadap keamanan rantai pasok teknologi global yang kini semakin bergantung pada India sebagai pusat manufaktur alternatif di luar Cina.

Konfirmasi tersebut muncul beberapa minggu setelah sebuah forum peretas mengunggah daftar yang menawarkan lebih dari 630 gigabyte (GB) data yang diklaim berasal dari Tata Electronics. Data tersebut disebut terdiri dari lebih dari 204.300 file.

Menurut laporan TechCrunch, Senin (22/6), sampel data yang beredar diduga mencakup spesifikasi pemasok Apple dan dokumen manufaktur Tesla. Namun, keaslian, asal usul, dan kelengkapan data tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Peneliti keamanan siber Rajshekhar Rajaharia mengatakan data yang diiklankan di forum peretas itu mencakup percakapan email Outlook dan informasi terkait sistem SAP. Selain itu juga dokumen yang diduga berkaitan dengan sejumlah pelanggan Tata Electronics, termasuk Apple dan Tesla.

Dalam pernyataannya kepada TechCrunch, juru bicara Tata Electronics mengakui adanya insiden keamanan siber yang terdeteksi beberapa minggu lalu.

"Kami telah mengidentifikasi insiden keamanan siber yang memengaruhi beberapa sistem kami beberapa minggu lalu dan segera mengaktifkan protokol respons kami," kata juru bicara Tata Electronics.

Meski demikian, Tata Electronics menyatakan insiden tersebut tidak mengganggu operasional bisnis perusahaan.

Namun, perusahaan tidak memberikan rincian mengenai jenis data yang terdampak, jumlah pihak yang terkena dampak, maupun apakah informasi milik pelanggan seperti Apple dan Tesla turut terekspos. Tata Electronics juga belum mengungkap apakah para pelanggan telah menerima pemberitahuan resmi terkait insiden tersebut.

Apple Selidiki Insiden Serangan Siber ke Tata Electronics

Laporan Reuters sebelumnya menyebutkan, Tata Electronics telah memberi tahu sejumlah karyawan di fasilitas perakitan iPhone mengenai kebocoran data tersebut. Reuters juga melaporkan Apple tengah melakukan penyelidikan atas insiden itu dan terdapat dugaan permintaan tebusan kepada Tata Electronics.

Insiden ini terjadi pada saat Tata Electronics memainkan peran yang semakin penting dalam rantai pasok teknologi global. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan tersebut menjadi salah satu ujung tombak ambisi India untuk memperkuat industri manufaktur elektronik dan semikonduktor.

Tata Electronics mulai masuk ke bisnis manufaktur iPhone pada 2023 setelah mengakuisisi operasi Wistron di India, salah satu pemasok lama Apple. Perusahaan kemudian memperluas perannya dengan mengakuisisi 60% saham unit India milik Pegatron, mitra manufaktur utama Apple lainnya.

Selain Apple, Tata Electronics juga mempererat kerja sama dengan Tesla melalui kesepakatan pasokan semikonduktor yang ditandatangani pada 2024. Perusahaan juga menjalin kemitraan dengan sejumlah raksasa teknologi lain seperti ASML, Intel, dan Qualcomm.

Kasus ini menyoroti tantangan yang dihadapi industri teknologi global seiring pergeseran rantai pasok dari Cina ke India. Di tengah meningkatnya investasi dan kapasitas produksi, keamanan siber menjadi faktor yang semakin krusial karena serangan terhadap satu pemasok strategis berpotensi berdampak pada banyak perusahaan teknologi besar sekaligus.

Hingga kini, baik Apple maupun Tesla belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan kebocoran data yang melibatkan pemasok utama mereka tersebut.

 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...