Facebook Siapkan Asisten AI untuk Kreator, Tantang Dominasi TikTok dan YouTube
Facebook semakin agresif memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI untuk mempertahankan para kreator konten di platformnya. Pada pekan ini, perusahaan mengumumkan tengah merancang ulang Creator Studio menjadi aplikasi pendamping AI mandiri yang dibuat untuk membantu kreator mengembangkan audiens, mengelola interaksi, hingga meningkatkan performa konten.
Menurut laporan TechCrunch, Kamis (25/6), langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Meta untuk memperkuat daya saing Facebook di tengah ketatnya persaingan memperebutkan perhatian kreator dengan platform lain, seperti TikTok dan YouTube.
Kehadiran asisten AI tersebut juga berpotensi mengurangi ketergantungan kreator pada layanan pihak ketiga, seperti ChatGPT, untuk mencari ide konten maupun menganalisis kinerja akun mereka.
Aplikasi baru yang saat ini masih diuji kepada sejumlah kreator terpilih itu akan dibekali asisten kreator AI yang terintegrasi langsung. Asisten tersebut mampu memberikan rekomendasi yang dipersonalisasi berdasarkan gaya konten, performa unggahan, tingkat keterlibatan audiens, hingga target yang ingin dicapai kreator.
Kreator Bakal Lebih Mengandalkan AI
Melalui fitur ini, kreator tidak lagi harus menghabiskan waktu menelusuri berbagai grafik dan dashboard analitik untuk memahami performa akun mereka. Sebaliknya, mereka cukup mengajukan pertanyaan secara langsung kepada AI, seperti kapan waktu terbaik untuk mengunggah konten atau topik apa yang paling banyak dibicarakan audiens di kolom komentar.
Fitur ini juga bersifat percakapan sehingga kreator juga dapat mengajukan pertanyaan lanjutan. Misalnya, meminta penjelasan mengenai perubahan karakteristik audiens dari waktu ke waktu atau faktor yang memengaruhi performa sebuah unggahan.
Tak hanya itu, Facebook juga menambahkan fitur pengelolaan komentar berbasis AI. Fitur ini dapat membantu kreator mengidentifikasi komentar yang paling penting untuk ditanggapi sekaligus menyusun draft balasan yang disesuaikan dengan gaya bahasa masing-masing kreator.
Meski demikian, kreator tetap memiliki kendali penuh untuk mengedit dan menyetujui balasan sebelum dipublikasikan. Setiap kali membuka aplikasi, kreator juga akan disambut dengan umpan prioritas harian yang merangkum performa unggahan terbaru, perkembangan pencapaian target, serta daftar komentar yang memerlukan respons.
Pengembangan aplikasi baru ini juga sejalan dengan ambisi CEO Meta Mark Zuckerberg. Berdasarkan laporan The Wall Street Journal, Zuckerberg sudah mengumumkan rencana efisiensi kepada karyawan. Efisiensi yang didorong oleh AI akan memungkinkan perusahaan membangun lebih banyak produk dalam waktu yang singkat.
