Samsung Investasikan Rp18 Triliun ke Perusahaan AI Helix Digital Infrastructure
Samsung Electronics bersama lima anak perusahaannya akan menginvestasikan total US$1 miliar atau Rp18 triliun (kurs Rp18.000 per US$) ke Helix Digital Infrastructure. Helix merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang didirikan oleh perusahaan investasi global Kohlberg Kravis Roberts & Co (KKR), dan didukung oleh salah satu perusahaan terkemuka dalam bidang AI, Nvidia.
Menurut laporan CNBC, Samsung Electronics akan menginvestasikan US$500 juta atau Rp9 triliun. Sementara itu, Samsung C&T, Samsung SDS, Samsung SDI, Samsung Life Insurance, dan Samsung Fire & Marine Insurance akan menyumbang sisa investasi hingga totalnya mencapai US$1 miliar atau Rp18 triliun.
Helix diluncurkan pada Juni 2026 dan dirancang untuk menyediakan infrastruktur yang terintegrasi di sepanjang rantai nilai pengembangan AI. Perusahaan ini mencakup pengembangan dan pengoperasian pusat data berskala besar, pembangkitan listrik, jaringan transmisi dan distribusi energi, serta jaringan serat optik.
Helix dipimpin oleh Adam Selipsky, mantan CEO Amazon Web Services (AWS). KKR, Kuwait Investment Authority (KIA), Nvidia, dan perusahaan listrik asal Amerika Serikat, Vistra, menjadi investor pendiri perusahaan tersebut bersama Samsung.
Kucuran Investasi Raksasa
Menurut KKR, investasi terbaru ini merupakan tambahan dari lebih dari US$10 miliar atau Rp180 triliun yang telah diinvestasikan dalam perusahaan tersebut sebelumnya.
KKR telah menginvestasikan lebih dari US$75 miliar atau Rp1.350 triliun di seluruh dunia, terutama dalam bidang infrastruktur digital dan sektor energi. Sejak 2009, perusahaan investasi ini telah menginvestasikan sekitar US$9 miliar atau sekitar Rp162 triliun di Korea.
Samsung mengatakan investasi ini akan membantu mempercepat penyebaran pusat-pusat data berbasis AI di seluruh dunia, sekaligus mempererat kerja sama antara perusahaan-perusahaan yang terlibat.
Kesepakatan ini juga memungkinkan Samsung untuk memanfaatkan berbagai kemampuan yang dimiliki oleh anak perusahaannya, mulai dari bidang semikonduktor dan sistem pendingin, hingga pembangunan pusat data dan pengembangan baterai. Hal ini dilakukan agar Samsung dapat memperluas perannya dalam pembangunan infrastruktur AI di seluruh dunia.
