Tunggu Izin Lingkungan, Pembangunan Data Center Google di Finlandia Ditangguhkan
Lembaga Perizinan dan Pengawasan Finlandia, atau LVV mengeluarkan instruksi kepada anak perusahaan Google, yaitu Tuike Finland Oy, untuk menangguhkan pekerjaan konstruksi proyek pusat data yang direncanakan di Muhos dan Kajaani, sampai penilaian dampak lingkungan selesai dilakukan.
Instruksi tersebut dikeluarkan sebulan setelah perusahaan raksasa teknologi ini berkomitmen untuk menginvestasikan US$15 miliar atau Rp 268,4 triliun (kurs Rp 17.890 per US$) dalam infrastruktur kecerdasan buatan di negara tersebut.
Menurut Google, permohonan penangguhan tersebut berlaku untuk kegiatan penebangan pohon, penggalian lapisan tanah atas, pengambilan batuan dari tambang, penghancuran bahan-bahan tertentu, pemindahan tanah, pembuatan parit, serta pembangunan jalan dan area penyimpanan.
“Kami memahami kekhawatiran yang ada, dan kami menyadari kami belum memenuhi standar tinggi yang kami tetapkan untuk diri sendiri dalam kasus ini,” kata juru bicara Google, dikutip dari CNBC International, pada Rabu (7/10).
Ia juga mengatakan selama ini pembangunan pusat data telah sesuai dengan Undang-Undang kehutanan di Finlandia, lalu segala bentuk tindakan telah melalui survei lokasi sekitar untuk menghitung risiko terganggunya ekologis setempat.
“Sembari melanjutkan pekerjaan jangka panjang kami di wilayah ini, kami juga terus mengembangkan rencana-rencana terkait pengelolaan lingkungan dan pelestarian keanekaragaman hayati. Rencana tersebut mencakup penanaman pohon di area seluas 130 hektare di Muhos,” ucapnya.
LVV memerintahkan Google untuk menghentikan pekerjaan pembangunan pusat data di Finlandia paling lambat pada tanggal 23 Oktober 2026. Permintaan ini tidak berlaku untuk kegiatan perencanaan, pengukuran, survei tanah, atau kegiatan lainnya yang memiliki dampak yang kecil dan dapat dengan mudah diperbaiki kembali.
“Menurut pendapat kami, langkah-langkah yang dimaksud akan mengubah kondisi lingkungan dan menimbulkan berbagai dampak. Mengidentifikasi serta menilai dampak-dampak tersebut merupakan bagian penting dari prosedur EIA,” kata Tommi Muilu, Kepala Departemen Lingkungan di Otoritas Perizinan dan Pengawasan Finlandia.
Finlandia dan Rumah Besar Teknologi
Finlandia telah menjadi lokasi yang penting untuk pembangunan pusat data di tengah booming-nya teknologi AI. Perusahaan-perusahaan besar dan para pengembang tertarik pada lahan dan sumber daya listrik yang tersedia di Finlandia, yang merupakan hal yang langka di sebagian besar negara-negara Eropa.
Beberapa proyek pusat data dengan kapasitas ratusan megawatt baru-baru ini diumumkan akan dibangun di Finlandia, sebut saja Nebius, Dayone, dan Tiktok yang turut merencanakan pembangunan pusat data selain Google di negara tersebut.
Kenaikan permintaan tersebut membuat Finlandia dijuluki sebagai “Texas of Europe”. Seperti diketahui, Texas menjadi salah satu lokasi utama untuk pembangunan pusat data kecerdasan buatan di seluruh dunia. Banyak proyek besar yang telah diumumkan oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Google, Meta, Microsoft, dan Anthropic.
Rencana Google senilai US$ 15 miliar atau Rp 268,4 triliun untuk Finlandia merupakan investasi terbesar perusahaan tersebut di Eropa. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan pusat-pusat data serta proyek-proyek pendukung lainnya, seperti proyek-proyek energi, hingga tahun 2028.
Penulis: Reihan Cahya (magang)
