Google Sebut AI Bisa Hemat Anggaran RI Lewat Deteksi Dini Kebakaran Hutan

Leoni Susanto
27 Oktober 2026, 20:33
kebakaran hutan, karhutla, google,
ANTARA FOTO/Anis Efizudin/wsj.
Api membakar hutan di Gunung Sumbing wilayah Batursari, Kledung, Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (22/10/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indonesia dinilai perlu berinvestasi dalam akal imitasi (AI) untuk membantu pemerintah mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lebih dini. Teknologi AI berpotensi mendeteksi perubahan iklim dan titik api lebih awal, sehingga dapat menghemat anggaran negara.

Director AI Partnerships Google APAC Harsh Dhand mengatakan, investasi AI perlu diarahkan ke strategi sektor-sektor sesuai kebutuhan Indonesia, mulai dari pendidikan, kesehatan, pertanian, hingga iklim.

"Sebagai contoh, Indonesia saat ini sedang kesulitan dengan karhutla yang berdampak pada hilangnya harta benda dan lainnya. Jika kita bisa menggunakan AI untuk mendeteksi variasi iklim dan titik api lebih awal, pemerintah bisa menghemat banyak anggaran," kata Harsh Dhand dalam salah satu sesi Danantara Technology Innovation Investment Forum (TIIF) 2026, Selasa (27/10).

Menurut Harsh Dhand, pemerintah perlu mengidentifikasi sektor yang dapat memberikan tingkat pengembalian investasi atau return on investment (ROI) maksimal dari penerapan AI. Dengan demikian, kemitraan antara proyek-proyek besar pemerintah dan perusahaan dapat diarahkan ke sektor yang memberikan manfaat optimal.

“Jika kita dapat mengidentifikasi pengeluaran AI sektor mana yang memiliki laba atas investasi maksimum, di situlah kemitraan antara proyek-proyek besar pemerintah dan perusahaan dapat diarahkan,” ujarnya.

Selain iklim, Harsh Dhand menyoroti potensi pemanfaatan AI di sektor kesehatan dan pertanian. Di bidang kesehatan, ia mencontohkan investasi AI dalam bidang onkologi, perawatan pasien kanker, hingga pengobatan yang dipersonalisasi.

Sementara itu, sektor pertanian dinilai memiliki peluang pengembangan AI karena masih menjadi salah satu tulang punggung Indonesia.

Sebelumnya, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan instansi tengah memperbarui sistem deteksi dini dengan teknologi AI. Langkah ini bertujuan meningkatkan kemampuan pemerintah dalam memprediksi karhutla dan mendeteksi kebakaran pada tahap awal.

“Sekarang kami akan terus memperbarui AI yang semakin canggih untuk bisa mengantisipasi kebakaran hutan lebih dini lagi,” kata Arif pada bulan September.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Leoni Susanto

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...