Telkom, Danantara, PLN Kembangkan Hub Pusat Data AI Berbasis Kawasan Industri
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk sebagai induk perusahaan pusat data NeutraDC, bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), PT PLN (Persero), dan pengelola kawasan industri terpadu menandatangani nota kesepahaman atau MoU kerja sama pengembangan National AI Data Center Hub. Hub pusat data AI nasional ini dikembangkan dengan pendekatan berbasis kawasan industri.
MoU ini ditandatangani dalam rangkaian acara Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026, pada Selasa (27/10). Kerja sama ini diperlukan di tengah kebutuhan infrastruktur pusat data berbasis AI yang semakin luas. Kerja-kerja pusat data AI ini memerlukan daya listrik dalam skala besar dibandingkan pusat data konvensional. Begitu pula dengan kebutuhan sistem pendinginan dan konektivitas.
“Melalui kolaborasi ini, TelkomGroup ingin menghubungkan capability data center dan konektivitas, dengan kekuatan ekosistem energi, kawasan industri, AI, dan cloud agar dapat mendukung pengembangan sovereign AI infrastructure Indonesia yang lebih terintegrasi,” kata Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno dalam keterangan resmi, Kamis (29/10).
Pendekatan berbasis kawasan industri dinilai cocok sebab kawasan industri terpadu menyediakan kesiapan lahan, utilitas, akses logistik, dan tata ruang dalam satu ekosistem. Dengan pendekatan ini, pengembangan pusat data dapat lebih terencana sejak awal. Pembangunan konektivitas dan pasokan energi misalnya, tidak dibangun secara terpisah. Ini sesuai dengan peta jalan National Sovereign Technology Roadmap Telkom.
Dalam kolaborasi ini, Telkom melalui NeutraDC akan fokus pada pembangunan dan pengoperasian pusat data, konektivitas, serta infrastruktur digital terintegrasi. Sedangkan Danantara akan memperkuat kerja sama strategis, koordinasi investasi, dan pengembangan demand.
“Sehingga pengembangan teknologi tidak berhenti pada infrastruktur, tetapi memiliki jalur menuju adoption, utilization, dan penciptaan nilai bagi ekosistem nasional,” kata Managing Director of Strategic Technology Initiatives Danantara Indonesia Irwan Rei.
Pengelola kawasan industri terpadu bakal membawa pengalaman pengelolaan kawasan, termasuk kesiapan lahan, utilitas, dan ekosistem pendukung. Sedangkan PLN berkomitmen mendukung pasokan listrik, kesiapan jaringan, dan kesiapan daya yang jadi syarat utama pembangunan pusat data skala besar.
“Pertumbuhan industri data center di Indonesia membutuhkan dukungan listrik yang tidak hanya besar, namun juga andal dan stabil. Untuk itu, diperlukan perencanaan dan kesiapan infrastruktur kelistrikan yang mampu mengikuti perkembangan proyek,” kata Direktur Utama PLN Suroso Isnandar.
Pengembangan National AI Data Center Hub ini juga bakal menggunakan pendekatan berbasis ekosistem atau ecosystem-based. Dengan sistem ini, masing-masing pihak yang berkolaborasi bakal tetap menjalankan peran dan tata kelola sesuai kompetensi masing-masing. Detail lebih lanjut mengenai lingkup kerja, kebutuhan teknis, skema investasi, pengaturan komersial, sampai mekanisme implementasi bakal dibahas dalam perjanjian definitif oleh masing-masing perusahaan dan instansi.
