Salmon Mentai By Anind, Kuliner Eksperimen Berbuah Omzet Ratusan Juta

Dari bisnis kuliner ini, Anindita mengaku mampu mengantongi omzet bulanan sekitar Rp 300 juta sampai Rp 500 juta.
Michael Reily
15 Maret 2019, 05:00
bisnis kuliner
ByAnind / Instagram
Sajian menu baru byAnind, Salmon Kani Mentai.

Berani berinovasi jadi salah satu kunci sukses Fitria Anindita Putri - pemilik By Anind - dalam mengembangkan bisnis kulinernya. Berawal dari sajian coba-coba, salmon mentai dan shirataki kini menjadi produk yang menghasilkan cuan.

Perempuan jebolan Universitas Pelita Harapan ini kerap kali menggunakan salmon sebagai resep utama masakannya. "Sisa salmon saya coba gabungkan dengan shirataki untuk sarapan. Suami bilang enak sehingga saya coba jual, ternyata laku," katanya di Jakarta, Kamis (14/3).

(Baca: Bisnis Kopi ala Warunk Upnormal)

Itu pengalamannya dua tahun lalu. Anind yang sempat berprofesi sebagai koki hotel di Bali dan pengajar kuliner di Jakarta, kemudian memutuskan berhenti bekerja dan mulai menekuni bisnis kuliner salmon mentai.

Bermula dari usaha rumahan di kawasan Duren Tiga, Anind mencoba memperluas pasarnya melalui media sosial. Kemudian, usahanya berkembang pesat setelah bergabung dengan layanan pesan antar makanan Go-Food dari Gojek.

Ia bahkan sempat kewalahan. "Hari pertama pesanan membludak sampai saya harus telepon call center Go-Food untuk menghentikan pesanan," ujarnya.

Dia mengaku pemesanan melalui sistem digital memudahkannya membuat laporan penjualan. Apalagi, Go-Food juga telah menyediakan fitur Go-Biz dan Go-Resto untuk membantu para pelaku usaha mengatur layanan usaha dalam aplikasi. 

(Baca: Green Wok Usung Menu Sehat Siap Saji, Per Porsi Rp 80 ribu)

Merasa puas, salmon By Anind sekarang dijual eksklusif melalui Go-Food. Untuk penjualan per porsi produk By Anind, salmon mentai shirataki dibanderol Rp 54 ribu per porsi dan shirataki tektek seharga Rp 40 ribu. Adapun menu shirataki casserole paling mahal Rp 85 ribu porsi. 

Salmon mentai pun menjadi menu paling laris daripada shirataki casserole atau shirataki tektek. Dari produksi harian by Anind sekitar 500 loyang, 95% di antaranya didominasi oleh menu pesanan salmon mentai. Dari bisnis makanan ini, Anindita mengaku mampu mengantongi omzet bulanan sekitar Rp 300 juta sampai Rp 500 juta. 

Perempuan kelahiran 1989 itu mengungkapkan, aplikasi Go-Food dinilai cukup membantunya dalam mempromosikan produknya, sehingga meningkatkan brand awareness publik. Terutama fitur 'Near Me' yang memberikan pengguna kesempatan untuk lebih mengetahui tentang produk By Anind.

(Baca: Enam Menu Paling Banyak Diorder Lewat GrabFood)

Seiring dengan berkembangnya bisnis, Anindita saat ini sudah dibantu oleh lima orang karyawan. Untuk memanfaatkan kesempatan  berkembang serta menjaga konsistensi penjualan, dia pun mengaku ingin melakukan ekspansi bisnis. "Saya mau buka cabang baru, tapi sebisa mungkin menggunakan dana sendiri," ujarnya lagi.

Selain inovasi, Anind pun membagi kunci sukses usaha kulinernya, yaitu pandai membaca tren untuk membuat produk yang konsumen suka. Atas kesuksesannya ini, Go-Food memberikan penghargaan Go-Food Inovasi Terbaik kepadanya.

Reporter: Michael Reily
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait