Dampak Corona, Konstruksi Tol Serang-Panimbang Disetop Sementara

Penghentian ini juga dilakukan seiring adanya laporan satu orang karyawan di lokasi proyek yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) corona.
Image title
Oleh Ekarina
23 April 2020, 12:20
Imbas Corona, Konstruksi Tol Serang-Panimbang Disetop Sementara.
Kementerian PUPR
Tol Serang - Panimbang. Konstruksi tol sepanjang 83 kilometer ini dihentikan sementara akibat pandemi corona.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bakal menghentikan sementara konstruksi jalan tol Serang - Panimbang seiring upaya pencegahan penyebaran virus corona. Penghentian ini juga dilakukan menyusul adanya laporan satu orang karyawan di lokasi proyek yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) corona.

Penghentian sementara konstruksi tol Serang-Panimbang  dilakukan selama 14 hari, terhitung sejak surat persetujuan Menteri PUPR tertanggal 16 April 2020.  Pengerjaan konstruksi akan dimulai kembali apabila kondisi di lapangan dinyatakan aman.

Keputusan tersebut juga mengacu pada Instruksi Menteri (Inmen) No 02/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi yang terbit pada 27 Maret 2020.

"Yang mana salah satu poinnya menyatakan, penyelenggaraan jasa konstruksi dapat diberhentikan sementara akibat keadaaan kahar," ujar menteri PUPR Basuki Hadimujono dalam keterangan tertulis, Kamis (23/4).

(Baca: Rapid Test 44 Ribu Pegawai Kementerian PUPR, 5 Orang Positif Corona)

Penghentian sementara tidak melepaskan hak dan kewajiban Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa terhadap kompensasi biaya upah tenaga kerja konstruksi, subkontraktor, produsen, dan pemasok yang terlibat.

Artinya, upah tenaga kerja konstruksi tetap dibayarkan. Hal ini dimaksudkan untuk tetap melindungi hak-hak dan kewajiban para pihak dengan tetap memperhatikan upaya pencegahan dan penanganan pandemi corona. 

Jalan Tol Serang - Panimbang memiliki panjang 83,67 Km yang terbagi menjadi 3 Seksi, yakni Seksi 1 Ruas Serang – Rangkasbitung (26,50 Km), kemudian Seksi 2 Ruas Rangkasbitung - Cileles (24,17 Km), dan Seksi 3 Ruas Cileles - Panimbang (33 Km).

Pembangunannya dikerjakan dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi sebesar Rp 5,33 triliun. Yang mana untuk seksi 1 - 2 merupakan porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) oleh PT Wijaya Karya Serang Panimbang. Sedangkan seksi 3 merupakan porsi Pemerintah.

Hingga saat ini, proses pengerjaan tol masih mencakup seksi 1 dengan progres konstruksi 57,31%. Secara keseluruhan Jalan Tol Serang - Panimbang ditargetkan beroperasi pada 2022.

(Baca: Sri Mulyani Pangkas Lagi Anggaran Kementerian PUPR untuk Covid-19)

Adanya  tol ini diharapkan dapat akses pendukung menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung dan kawasan wisata Taman Nasional Ujung Kulon. Jika perjalanan dari Jakarta menuju Tanjung Lesung yang sebelumnya ditempuh waktu sekitar 4 - 5 jam, nantinya hanya menjadi sekitar 2 - 3 jam dengan kecepatan rata-rata 80 km/jam.

Selain sebagai penghubung menuju daerah pariwisata di sekitar wilayah Banten, terselesaikannya Tol Serang-Panimbang juga akan memperlancar konektivitas perekonomian masyarakat baik dari sektor industri, barang, dan jasa, khususnya 3 daerah di Provinsi Banten yang dilintasi jalan tol yakni Kabupaten Serang, Lebak, dan Pandeglang.

Editor: Ekarina

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait