Kemendikbud Subsidi Kuota Internet hingga 50 GB untuk Siswa & Guru

Untuk siswa, subsidi kuota internet gratis akan diberikan sebesar 35 gigabyte (GB) per bulan, untuk guru 42 GB per bulan, untuk mahasiswa dan dosen sebesar 50 GB per bulan.
Image title
Oleh Ekarina
28 Agustus 2020, 13:21
Kemendikbud Subsidi Kuota Internet hingga 50 GB untuk Siswa & Guru.
ANTARA FOTO/Syaiful Arif/pras.
Dua siswa SDN Marmoyo, mengerjakan tugas dengan berkelompok menggunakan gawai secara bergantian. Kemendikbud akan memberikan subsidi kuota internet bagi siswa, guru hingga dosen.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memberikan subsidi kuota internet gratis bagi guru dan siswa serta mahasiswa selama empat bulan. Subsidi in diberikan guna mendukung penyelenggaraan pendidikan jarak jauh (PJJ) selama pandemi corona. 

"Dari kebijakan Presiden Joko Widodo dalam membantu proses PJJ, rencananya Kemendikbud akan memberikan bantuan kuota bagi guru dan siswa," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbud, Sutanto, dikutip dari Antara, Jumat (28/8).

Kuota internet gratis tersebut akan langsung diberikan langsung ke nomor telepon seluler siswa dan guru. Subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa dan dosen akan diberikan mulai dari September hingga Desember 2020.

Untuk siswa, subsidi kuota internet gratis akan diberikan sebesar 35 gigabyte (GB) per bulan, untuk guru sebesar 42 GB per bulan, untuk mahasiswa dan dosen sebesar 50 GB per bulan.

"Kami mohon agar sekolah segera mengidentifikasi nomor telepon siswa dan guru, dan segera dimasukkan di data pokok pendidikan (dapodik). Pemerintah membantu memberikan kuota internet, sehingga nantinya yang diberikan tidak dalam bentuk uang," katanya.

Sekolah yang berada di zona kuning dan hijau, yang sudah melakukan pembelajaran tatap muka juga diminta untuk mengisi daftar isian di dapodik. Sehingga Kemendikbud mengetahui jumlah sekolah yang sudah melakukan kegiatan tatap muka dan berapa yang masih mengadakan sistem pembelajaran online. 

"Saya kira ini penting. Mohon segera ditindaklanjuti, sudah ada surat Pak Dirjennya," katanya.

Sebelumnya beredar surat Kemendikbud 27 Agustus 2020 dari Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD-Dikdasmen) Kemendikbud, Jumeri. Surat ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidika Provinsi dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. 

Jumeri menyatakan pihaknya memberikan bantuan kuota interet untuk memperlancar kegaiatan belajar-mengajar selama pandemi Covid-19.

Untuk itu, dia meminta jajarannya berkoordinasi dan menugaskan seluruh Kepala Satuan Pendidikan agar melengkapi nomor seluler aktif peserta didik melalui aplikasi dapodik.

"Pengisian data pada poin a harus dilakukan sebelum 31 Agustus 2020. Oleh karena itu kami meminta saudara mengawal pengisian yang dimaksud dengan baik dan optimal," katanya dalam surat tersebut.

Kemendikbud mengalokasikan anggaran sebesar Rp8,9 triliun yang diperuntukkan untuk subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa dan dosen, serta meningkatkan jumlah penerima tunjangan profesi.

Beban Biaya Pendidikan Online

Mahalnya pembelian kuota, merupakan salah satu hal yang menjadi kendala dalam pelaksanaan PJJ.

Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyebutkan, 67% masyarakat terbebani dengan biaya dikeluarkan pada program pembelajaran daring atau belajar dari rumah selama pandemi corona. Kesimpulan ini didapat berdasarkan hasil survei asesmen publik tentang pendidikan online periode 5 - 8 Agustus 2020.

Manajer Kebijakan Publik SMRC Tati D. Wardi mengatakan, berdasarkan temuan survei tersebut 50% responden menjawab cukup berat, 17% responden menjawab sangat berat dan 26% sedikit berat. Sedangkan responden yang menjawab tidak berat hanya 6%, lalu tidak menjawab 1%.

"Warga yang punya anggota keluarga masih sekolah atau kuliah sekitar 47% mengeluarkan biaya internet lebih dari Rp 100 ribu per bulan," kata Tati dalam diskusi daring di Jakarta, Selasa (18/8)

Data Kemendikbud sebelumnya mencatat, puluhan juta murid harus belajar di rumah dengan metode pembelajaran jarak jauh. Setidaknya terdapat 68.729.037 murid yang belajar di rumah.

Siswa Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiah/sederajat paling banyak mengikuti metode belajar di rumah. Ada 28.587.688 murid yang belajar jarak jaruh. Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah/sederajat menyusul dengan 13.086.424 murid yang belajar di rumah.

Detailnya, bisa dilihat dalam databoks berikut ini:

 

Reporter: Antara
Editor: Ekarina

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait