Penjualan Mobil November Naik 9%, Sinyal Bisnis Otomotif 2021 Membaik

Pangsa pasar grup Astra menyusut menjadi 45%dari 52% pada periode yang sama tahun lalu.
Image title
Oleh Ekarina
16 Desember 2020, 16:00
Otomotif, Industri, Penjualan Mobil, Pasar, Astra International, Grup Astra .
Donang Wahyu|KATADATA
Ilustrasi mobil yang akan diekspor di pelabuhan. Penjualan mobil periode November kembali naik 9,8% dari bulan sebelumnya.

Pasar otomotif nasional kembali bergeliat menjelang akhir tahun. Data Gabungan Industri Kendaraan Motor Indonesia (Gaikindo) mencatat, penjualan mobil selama November 2020 naik 9,8% menjadi 53.844 unit dibandingkan Oktober yang sekitar 49.018 unit. 

Namun, jika dibandingkan November 2019 yang berada di angka 91.240 unit,  penjualan mobil nasional masih anjlok 41%. Demikian pula sepanjang Januari-November 2020, penjualan mobil mencapai 474.908 unit, menyusut  49% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Meskipun jika dilihat secara bulanan, penjualan mobil sejak Juni 2020 sebetulnya mulai menunjukkan peningkatan.

"Ada kenaikan sedikit karena pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik. Target kami sampai akhir 2020 penjualan mobil bisa 525.000 unit," kata Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto kepada Katadata.co.id, Rabu (16/12).

Berdasarkan merek kendaran, Toyota masih memimpin penjualan dengan 15.479 unit atau menguasai 28,7% pangsa pasar. Sementara Daihatsu turun tiga peringkat ke posisi lima dengan penjualan hanya 6.772 unit per November 2020. 

Mitsubishi berhasil menggantikan Daihatsu di posisi kedua dengan penjualan melesat ke angka 8.743 unit, diikuti Honda dan Suzuki dengan penjualan masing-masing 8.448 unit dan 8.217 unit. 

Secara keseluruhan, brand otomotif di bawah grup Astra International, yakni Toyota, Daihatsu, Isuzu, UD Truks dan Peugeot mencatat penjualan 24.425 unit. Namun, pangsa pasar grup Astra menyusut menjadi 45%dari 52% pada periode yang sama tahun lalu.

Head of Corporate Communications Astra Boy Kelana Soebroto mengatakan, menjelang akhir tahun, daya beli masyarakat diharapkan terus membaik.

"Sehingga dapat menopang penjualan mobil pada Desember 2020 serta mendukung tercapainya target penjualan mobil nasional," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Target 2021 dan Tren Mobil Listrik

Memasuki 2021, pelaku industri mengaku lebih optimistis dengan kondisi bisnis. Hal ini dipicu oleh asumsi pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang bisa mencapai 4% tahun depan serta membaiknya daya beli.

Dengan proyeksi tersebut, Gaikindo memperkirakan penjualan mobil tahun tahun depan bakal sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun ini. "Tahun 2021 penjualan di diprediksi bisa mencapai 750.000 unit," kata Jongkie.

Sedangkan mengenai tren mobil listrik yang mulai banyak dipasarkan di dalam negeri, dia juga menilai volumenya akan terus meningkat seiring dengan pembangunan sarana/prasarana Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum ( SPKLU).

Hal ini merupakan bagian dari implementasi kelengkapan infrastruktur bagi kendaraan bermotor berbasis baterai, sesuai dengan Peraturan Presiden No.55 tahun 2019.

Kendati volumenya meningkat, pemasaran mobil listrik menurutnya masih menghadapi tantangan , salah satunya segmen pengguna yang terbatas.  "Karena harga jual mobil listrik masih di kisaran Rp 700 juta, ya pasti volumenya sesuai dengan pasar di segmen tersebut," kata Jongkie.

Hingga saat ini, sudah ada beberapa tipe dan merek mobil listrik yang dipasarkan di Indonesia, seperti Hyundai Ioniq, BMW i3, Nissan Kicks e-Power dan Toyota Lexus UX 300E  yang dijual oleh agen pemegang merek (APM). Sedangkan Tesla model 3 masuk ke Indonesia dan dipasarkan melalui importir umum.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Service Reform (IESR) Fabby Tumiwa sebelumnya mengungkapkan, kendaraan listrik di Indonesia berpotensi mencapai 10% - 20% dari total pasar otomotif nasional. 

Pengembangan pasar ini akan lebih ideal jika pemerintah memberikan insentif untuk produksi dan pajak kendaraan listrik. Dengan langkah ini, harga mobil elektrik bisa ditekan menjadi sekitar Rp 400 juta.

Selain insentif, dia juga mendorong pemerintah dan pelaku usaha membuka pasar serta mendukung pembangunan fast charging station.

 

 

 

 

Editor: Ekarina
Video Pilihan

Artikel Terkait